Jerinx SID Penuhi Panggilan Polisi Tanpa Masker, Postingan “Kacung WHO” Kritikan

0
117

DENPASAR – Drummer Superman Is Dead (SID) I Gede Ari Astina alias Jerinx memenuhi panggilan kedua penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Bali, Kamis (6/8/2020). Ia menjalani pemeriksaan atas
laporan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait dugaan ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Jerinx tiba di Gedung Direktorat Reskrimsus Polda Bali, sekitar pukul 10.30 Wita tanpa mengenakan masker. Berbeda dengan pengacaranya, I Wayan Gendo Suardana yang terlihat menerapkan protokol kesehatan (pakai masker).

Sembari berjalan menuju ruang penyidik di lantai IV, suami Nora Alexandra itu sempat “pamer” kaos hitam yang dipakainya ke awak media bertuliskan Indonesia Tolak Rapid. “Kaos saya ini tolong juga diperlihatkan ya,”ucap musisi yang tubuhnya dipenuhi tato itu.

Kepada wartawan, Jerinx menegaskan tidak ada maksud memiliki kebencian ke IDI sebagaimana postingan di akun Instagramnya @jrxsid. “Saya yakin seratus persen yang saya lakukan itu benar dan murni hanya kritikan sebagai warga negara,”ujarnya.
Ia juga mengklarifikasi permintaan maaf ke IDI sebagai bentuk empati. Ia kembali menegaskan tidak memiliki kebencian secara personal. “Sekali lagi saya klarifikasi tidak ada maksud untuk menyakiti perasaan kawan-kawan di IDI. Saya tidak ada kebencian personal dan tolong jangan ditanggapi dengan perasaan,” ungkapnya dengan nada datar.
Apa yang menjadi keresahan hingga membuat postingan ? ” Itu akumulatif. Seminggu sebelum saya membuat postingan pada 13 Juni itu, saya membaca berita terutama dari masyarakat kelas menengah ke bawah yang mengaku dipersulit oleh prosedur rapid hingga ada yang ditangani secara tidak serius dan ada juga sampai meninggal. Jadi kritikan ini bukan untuk kepentingan pribadi tapi mewakili menyuarakan masyarakat,”bebernya.

Disinggung adanya kata-kata kacung di postingan, pria berambut model mohack itu eggan menjawab. “Masalah itu ya nanti setelah penyelidikan” ujarnya.

I Wayan Gendo Suardana menimpali, dalam proses penyelidikan yang dihadapi kliennya upaya damai menjadi prioritas dan hukum pidana jalan terakhir. “Jerinx menyatakan bahwa ini persepsinya mengkritik kepentingan umum bukan personal tapi IDI merasa terhina sehingga dua persepsi ini harus dipertemukan bisa melalui diskusi terbuka atau tertutup,”ungkap Gendo.
Jerinx pada kesempatan itu menyatakan sangat siap menerima apapun hasil dalam proses penyelidikan. Apakah anda akan berhenti mengkritik ?. “Tidak. Selama untuk kepentingan umum, saya punya hak untuk bersuara. Selama ketidakadilan itu terjadi, saya akan terus bersuara,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here