
DENPASAR- Pelaksanaan ujian Tugas Akhir (TA) di masa pandemi Covid-19 dapat dilakukan dalam berbagai opsi. Seperti Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang diberi keleluasaan untuk membuat karya cipta, baik melalui uji karya secara langsung maupun melalui aplikasi multimedia.
“Kami memberikan opsi untuk tugas akhir ini bisa membuat karya cipta langsung dengan maksimal melibatkan lima sampai enam 6 orang atau memilih opsi karya cipta melalui aplikasi multimedia,” ujar Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar Dr. I Komang Sudirga, S.Sn., M.Hum., di Denpasar, Rabu (5/8/2020).
Sudirga menambahkan, selain dalam bentuk karya cipta seni, penyelesaian tugas akhir bagi mahasiswa kampus seni satu -satunya di Bali itu juga bisa memilih pengkajian seni atau dalam bentuk skripsi.
Tercatat, 85 mahasiswa FSP ISI Denpasar mengikuti ujian tugas akhir yang dilaksanakan Agustus 2020. Seluruh mahasiswa FSP berasal dari lima program studi (prodi) yaitu Karawitan, Tari, Pendidikan Seni Pertunjukan, Pedalangan dan Musik. “Ini bukan semata-mata kehendak mahasiswa tetapi karena situasi yang tidak memungkinkan mahasiswa melibatkan banyak pendukung untuk proses latihan pembuatan karya cipta seni,” ujar Sudirga.
Dalam penggunaan aplikasi multimedia, kata Sudirga, mahasiswa dapat menggabungkan teknologi dengan bermain sendiri, ataupun dengan memadukan dengan sistem perekaman dan proses sulih suara (dubbing).
Demikian pula untuk proses ujiannya bisa sepenuhnya melalui daring, ada juga yang merekam dalam bentuk video kemudian dipresentasikan di depan penguji. Untuk karya dipertanggungjawabkan pula melalui script karya.
Sudirga mengharapkan para mahasiswa yang mengikuti ujian tugas akhir kali ini jangan sampai patah semangat, meskipun tidak bisa menampilkan karya cipta dengan melibatkan banyak pihak dan ditampilkan secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya. “Tetaplah berkarya menjadi putra-putri terbaik dan nantinya bisa terjun di masyarakat. Para mahasiswa, kami harapkan bisa berkontribusi bersama-sama untuk membangun Bali dan Indonesia melalui seni budaya,” harapnya.
Para mahasiswa juga diingatkan untuk tetap melaksanakan kegiatan dengan mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.(sur)








