LPM Legian Pionir BBGRM di Era New Normal, Kolaborasikan dengan HUT Ke-75 RI    

0
119
Ketua LPM Legian Wayan Puspa Negara (kanan) didampingi Wakil Ketua LPM Legian beberkan rangkaian kegiatan BBGRM LPM Legian Ke-17 dan HUT ke-75 RI.

BADUNG – Sulitnya kondisi ekonomi di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Legian untuk bergerak dan berinovasi. Berbagai kegiatan dirancang dan dimasukkan sebagai agenda dalam penyelenggaraan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) LPM Kelurahan Legian ke-17 Tahun 2020.

“Ini sesungguhnya adalah kegiatan rutin setiap tahun yang biasanya dilaksanakan di bulan Mei. Tapi karena saat ini kita dalam situasi pandemi, dan kebetulan kita juga baru dilantik di bulan Mei lalu, jadi kita kumpulkan energi lebih dahulu dan satukan penyelenggaraannya dengan Perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75,” ungkap Ketua LPM Legian Wayan Puspa Negara, dalam acara pembukaan BBGRM LPM Legian ke-17 dan Perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-75, Minggu (2/8/2020).

Sejumlah kegiatan direncanakan terselenggara memeriahkan BBGRM serta Perayaan Kemerdekaan RI dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Salah satunya Lomba Layang-Layang Virtual II (Kreasi Celepuk). Para peserta menaikkan layangan dari rumah masing-masing. “Jadi mereka tidak perlu keluar rumah, tapi kreativitas masih tetap bisa berjalan karena dalam pelaksanaan BBGRM, kami memegang prinsip efisien, efektif, dan produktif,” ujarnya sembari menyebutkan peserta lomba 132 orang yang tinggal di wilayah Kelurahan Legian.

Selain lomba layang-layang yang dilaksanakan, Minggu (2/8/2020), LPM Legian juga menggelar Lomba Taman Telajakan Tukad Mati Legian pada 14 Agustus mendatang. Itu dilaksanakan sekaligus guna memotivasi masyarakat  untuk terlibat dalam kebersihan lingkungan. Karena LPM Legian sendiri memproyeksikan Tukad Mati sebagai destinasi tujuan wisata baru di Legian. “Peserta dalam lomba ini adalah seluruh masyarakat penghuni dan pelaku usaha di sepanjang Tukad Mati Legian. Jadi, mereka bertanggung jawab pada wilayahnya masing-masing. Yang melakukan penataan dengan bagus kita akan berikan reward, sementara yang tidak diurus kita akan berikan punishment. Salah satu punishment-nya berupa kerja bhakti di Tukad Mati selama satu minggu,” bebernya sembari mengabarkan bahwa di hari yang sama juga dilakukan bhakti sosial ke panti jompo.

Pembukaan BBGRM LPM Legian Ke-17 dan Perayaan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI ditandai pelepasan burung.

Selanjutnya pada 16 Agustus, digelar Wild Fishing Tournament (lomba mancing liar) yang dalam pelaksanaannya selain memancing, para peserta juga diwajibkan memungut sampah di Tukad Mati. “Ini memang agak jarang dilakukan. Karena dalam pelaksanaan ini, kita ingin ada upaya konservasi yang bisa dilakukan di Tukad Mati,” sebutnya dalam acara pembukaan yang dihadiri pula oleh Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Lurah Legian Made Madia Surya Natha, Bendesa Legian AA Made Mantra, Anggota DPRD Badung Dapil Kuta Gusti Ngurah Sudiarsa, para Ketua LPM Legian periode-periode sebelumnya, para kepala lingkungan se-Kelurahan Legian, serta tokoh masyarakat setempat lainnya.

Bukan hanya itu, di tanggal yang sama juga dihelat kegiatan Lomba Kayak Race Open Limited. Selain orang lokal, perlombaan itu juga akan diikuti oleh warganegara asing. Untuk peserta asing, ada dari Jepang, Prancis, Ukraina, dan Turki. “Kegiatan ini rencana dibuka oleh Bupati Badung, sekaligus pencanangan Tukad Mati sebagai obyek pariwisata baru di Legian. Kami yakin Tukad Mati sangat berpotensi untuk itu,” ucapnya membeberkan kegiatan demi kegiatan, yang terselenggara atas dukungan berbagai pihak, termasuk para pengusaha.

Sementara, Camat Kuta Nyoman Rudiarta yang turut hadir membuka pelaksanaan BBGRM dan Perayaan Kemerdekaan RI itu mengaku sangat mengapresiasi semangat LPM Legian untuk melaksanakan berbagai kegiatan tersebut. Apalagi dari sejumlah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta, LPM Legian adalah yang pertama melaksanakan kegiatan BBGRM untuk tahun 2020 ini. “Teman-teman LPM di kelurahan lain katanya akan melaksanakan kegiatan serupa. Tapi untuk waktu pelaksanaannya, kita masih belum tahu,” ungkapnya didampingi Lurah Legian Made Madia Surya Natha, sembari mengabarkan bahwa pihaknya di kecamatan juga telah melakukan alokasi anggaran untuk pelaksanaan BBGRM di masing-masing kelurahan.  “Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pengusaha adalah esensi dari BBGRM karena BBGRM adalah bagaimana mengajak berbagai pihak untuk mengisi pembangunan di wilayah masing-masing dengan sesuatu yang positif,” sambungnya. (adi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here