Arak Bali Jadi Terapi Mujarab Sembuhkan Covid-19

0
128
Gubernur Bali I Wayan Koster.

DENPASAR – Keberadaan arak Bali yang sudah dilegalkan oleh Gubernur Bali Wayan Koster ternyata sangat ampuh dijadikan terafi pengobatan pada kasus positif Covid-19 yang dirawat di tempat-tempat karantina. Dalam waktu yang tidak cukup lama pasien positif dalam perawatan dapat disembuhkan dengan ramuan tradisonal yang bahan utamnya Arak Bali, Jeruk purut (lemo Bali)dan minyak kayu putih melalui neboleser (penguapan).

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster di rumah jabatan Jaya Sabha Denpasar, Rabu (22/7/2020). Gubernur Koster menyebutkan, peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang meninggal lebih dikarenakan oleh penyakit bawaan. Sementara terjadinya peningkatan kasus di Bali berawal dari penularan Covid-19 di Pasar Kumbasari. Pedagang dan pembeli di pasar teraebut datang dari mana-mana dan dari kasus tersebut terus dilakukan tracing, kemudiab dirapid tea dan di swab. Kemudian munxul di pasar wikayah Padangsambian, Pasar Kidul Bangli dan Pasar Galiran Klungkung.

Pedagangnya berasal dari berbagai kabupaten seperti Bangli, Gianyar dan Karangasem hingga terus terjadi penularan dimana-mana. Pasien positif yang dirawat ditempat dikarantina, Pemprov Bali telah menyiapkan usada Bali. “Kita lakukan treatment lakukan usada dengan ramuan bahan pokok arak Bali. Pengobatan ini akan diuji coba bertahap menggunakan arak Bali, jeruk purut dan kayu putih dan ternyata efektif sekali. Dua hari dilakukan treatment, tiga hari sembuh. Kita teruskan dan semua yang dikarantina akan dilakukan treatment. Astungkara Arak Bali bermanfaat untuk kesehatan,”pungkasnya..

Sementara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Provinsi Bali per Rabu (22/7), jumlah kumulatif pasien positif 2.934 bertambah 78 terdiri dari 76 transmisi lokal dan 2 orang dari PPDN. Jumlah pasien yang telah sembuh sampai hari ini sebanyak 2.178 orang bertambah 68 orang terdiri dari 63 transmisi lokal, 4 PPDN dan 1 orang dari PPLN. .Belum ada angka penambahan pasien meninggal Rabu (22/7/2020) sehingga jumlah kasus masih tetap 46 orang terdiri dari 44 WNI dan 2 WNA.

Sedangkan untuk pasien positif dalam perawatan kasus aktif yang berada di 17 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah, Wisma Bima, Hotel Ibis, Hotel Grand Mega dan BPK Pering) sebanyak 710 orang terdiri dari 706 orang WNI dan 4 orang WNA.

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sebanyak 2.550 terdiri dari 2.538 WNI dan 12 WNA). Meskipun data kesembuhan pasien Covid-19 mengalami peningkatan, kami tetap mengajak semua lapisan masyarakat untuk tetap menjaga diri dan kesehatannya, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana saja dan kapan saja sehingga antara satu orang dan yang lainnya akan saling menjaga.

Kesadaran dan partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk menerapkan Protokol Kesehatan sesuai Tatanan Kehidupan Era Baru menuju Masyarakat Bali yang Produktif dan Bebas Covid-19. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengajak masyarakat Bali melaksanakan Protokol Kesehatan dengan disiplin untuk selalu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak fisik, dan menghindari keramaian. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here