
DENPASAR – Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar I Ketut Garwa menyampaikan, sejumlah kegiatan internasional yang menjadi program prioritas tahun 2020 terpaksa ditunda, bahkan ada yang dibatalkan akibat pandemi Covid-19 melanda dunia.
Ditemui di Denpasar, Selasa (21/7/2020), I Ketut Garwa menyebutkan, delegasi ISI Denpasar akan menggelar pertunjukan bertajuk “Hirosima Bali Sunset” di Jepang serta kegiatan serupa di Thailand. Meskipun agenda tersebut berskala kecil, sangat bermanfaat untuk menaikkan nilai tawar dan memperkuat jejaring ISI Denpasar di kancah internasional.
Tahun ini, ISI Denpasar juga membatalkan dua kunjungan dua guru besar asal Jepang, yakni Prof. Katagiri dari Okinawa Prefectural University of Art (OPUA) dan Prof. Kubota dari Kunitachi College of Music. “Di tengah pandemi Covid-19 ini, tentu kami tidak mau mengambil risiko, begitupun pihak luar negeri sehingga kedua pihak memilih menunda maupun membatalkan agenda prioritas karena pada dasarnya pandemi ini jadi permasalahan di seluruh dunia,”kata Garwa.
Untuk menjaga produktivitas perencanaan dan kerja sama di masa pandemi ini, Garwa mengaku telah berkoordinasi dengan Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) untuk merancang draf kerja sama dengan OPUA yang akan ditandatangani secara digital oleh kedua pimpinam insitusi tersebut.
Akademisi asal Bangli ini melanjutkan, kegiatan berupa program Pertukaran Pelajar Nusantara (PERMATA) tetap bisa diikuti oleh ISI Denpasar. Program dari Kemendikbud ini memberi kesempatan kepada mahasiswa bertukar wawasan pada kampus yang mengelola bidang ilmu yang sama. Misalnya mahasiswa ISI Yogyakarta bertukar dengan ISBI Tanah Papua, ISI Denpasar dengan ISI Padang Panjang, dan sebagainya.
Terkait perencanaan tahun 2021, ISI Denpasar masih menyesuaikan dengan masa darurat pandemi Covid-19 hingga pertengahan tahun. “Untuk 2021, perencanaan kami masih sama dengan sekarang hingga pertengahan tahun, kami asumsikan pandemi belum berakhir di Juni 2021. Dan memang kita semua tidak tahu kapan semua ini akan berakhir,” imbuhnya.
Yang terpenting saat ini, kata Garwa, lembaga sedang membantu mahasiswa agar proses perkuliahan secara daring berjalan maksimal. Contohnya perencanaan anggaran bantuan kuota internet untuk mahasiswa agar tidak ada kesan perkuliahan dan proses akademik terbengkalai. (sur)








