Persyaratan Kejuaraan Dunia Petanque Cukup Berat

0
64
SYARAT BERAT : Persyaratan penilaian juara  pada kejuaraan dunia petanque secara virtual dianggap cukup berat

DENPASAR – Tak ingin ketinggalan dengan cabang olahraga lainya dalam  menggelar kejuaraan secara virtual di kondisi pandemi Covid-19  sekarang ini, induk organisasi olahraga petanque dunia yakni FIPJP  melaksankan idenya yakni menggelar kejuaraan dunia khusus kategori shooting, yang dilaksaakan pada 6-8 Agustus mendatang.

Kejuaraan bersifat open atau terbuka bagi peserta dari negara manapun  juga itu diakui Pengprov FOPI Bali ada yang cukup berat dari sisi  penilaian untuk juaranya nanti. Hal ini terkait dengan syarat-syarat  yang telah ditentukan.  “Kami pastinya menyambut dengan senang dan positif dengan kejuaraan  dunia secara virtual itu dan kami mempersiapkan para atlet terbaik  Bali baik putra maupun putri. Hanya saja untuk penilaian menjadi juara  cukup berat,” tutur Ketua Umum FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra, Senin  (20/7/2020).

Dicontohkan, persyaratan cukup berat itu yakni setiap atlet wajib  mengirim video saat melakukan shooting tersebut dan panitia memiliki  ketentuan sangat detail dalam memberikan penilaian sehingga tidak  sekadar asal lempar saja. Penilaian lainnya yang memiliki tingkat kesulitan ketika atlet membidik sasaran dengan cara tepat. Kemudian skill dari atlet tersebut dalam melempar bola besi untuk mengenai sasarannya juga  dinilai. Selain faktor teknis, penilaian lainnya adalah keindahan  tempat yang dipergunakan dalam menerapkan shooting itu. Termasuk  persyaratan penerapan protokol kesehatannya juga dinilai seperti  menggunakan masker saat melakukan kegiatan.  “Tak kalah penting adalah kualitas dari videonya harus benar-benar bagus,” urai Yamadhiputra.

Sedangkan untuk pengiriman video para peserta diberika batas waktu  sampai 3 Agustus. Atlet Bali yang diandalkan di even itu menurut Yamadhiputra tak lain, I Made Krisna, Ni Kadek Alpida Arta Dwi  Cahyani, Ni Putu Suara Dewi Wulandari, Ni Wayan Tisna Dianti, Putu Kurnia Sintia Pradnya dan Luh Abdi Julia Lestari. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here