
DENPASAR – Tak ingin ketinggalan dengan cabang olahraga lainya dalam menggelar kejuaraan secara virtual di kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini, induk organisasi olahraga petanque dunia yakni FIPJP melaksankan idenya yakni menggelar kejuaraan dunia khusus kategori shooting, yang dilaksaakan pada 6-8 Agustus mendatang.
Kejuaraan bersifat open atau terbuka bagi peserta dari negara manapun juga itu diakui Pengprov FOPI Bali ada yang cukup berat dari sisi penilaian untuk juaranya nanti. Hal ini terkait dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. “Kami pastinya menyambut dengan senang dan positif dengan kejuaraan dunia secara virtual itu dan kami mempersiapkan para atlet terbaik Bali baik putra maupun putri. Hanya saja untuk penilaian menjadi juara cukup berat,” tutur Ketua Umum FOPI Bali Nyoman Yamadhiputra, Senin (20/7/2020).
Dicontohkan, persyaratan cukup berat itu yakni setiap atlet wajib mengirim video saat melakukan shooting tersebut dan panitia memiliki ketentuan sangat detail dalam memberikan penilaian sehingga tidak sekadar asal lempar saja. Penilaian lainnya yang memiliki tingkat kesulitan ketika atlet membidik sasaran dengan cara tepat. Kemudian skill dari atlet tersebut dalam melempar bola besi untuk mengenai sasarannya juga dinilai. Selain faktor teknis, penilaian lainnya adalah keindahan tempat yang dipergunakan dalam menerapkan shooting itu. Termasuk persyaratan penerapan protokol kesehatannya juga dinilai seperti menggunakan masker saat melakukan kegiatan. “Tak kalah penting adalah kualitas dari videonya harus benar-benar bagus,” urai Yamadhiputra.
Sedangkan untuk pengiriman video para peserta diberika batas waktu sampai 3 Agustus. Atlet Bali yang diandalkan di even itu menurut Yamadhiputra tak lain, I Made Krisna, Ni Kadek Alpida Arta Dwi Cahyani, Ni Putu Suara Dewi Wulandari, Ni Wayan Tisna Dianti, Putu Kurnia Sintia Pradnya dan Luh Abdi Julia Lestari. (ari)








