Dua Petenis Meja Putri Denpasar Berlatih di Kudus

0
974
TIMBA ILMU : Made Darmiyasa melepas Ketut Rina dan Ketut Devinta ke PTM Sukun

DENPASAR – Dua petenis meja muda putri Denpasar berlatih ke Kudus Jawa Tengah setelah bergabung dengan klub tenis meja atau PTM Sukun yang memiliki nama yang cukup besar di level nasional. Kedua petenis meja tersebut yakni Ketut Rina Desiyanti Sisilia dari PTM Wira Pena Denpasar da masih bersekolah di SMPN 1 Denpasar serta Ni Ketut Devinta Maharani dari SDN 26 Pemecutan Denpasar dari PTM Haya Busa.

Kedua bakal berangkat ke Kudus Selasa (30/6/2020) hari ini setelah pamitan ke KONI Denpasar dan diterima Wakil Sekretaris Made Darmiyasa mewakili Ketua KONI Denpasar IB. Tony Astawa yang tidak bisa hadir karena ada kepentingan lain yang tidak bisa ditinggalkan. “Manfaatkan kesempatan dengan baik berlatih di PTM Sukun sebaik-baiknya apalagi untuk sementara bergabung selama setahun di Kudus. Jaga kesehatan, jaga disiplin dan berlatih yang benar-benar serius untuk menyerap program latihan di sana. Siapkan mental juga untuk menghadapi kondisi dan situasi di PTM Sukun dengan bersama-sama berlatih bersama petenis meja muda lainnya yang juga kemungkinan dari
daerah luar Kudus,” kata Made Darmiyasa saat melepas kedua petenis meja tersebut didampingi orang tua dan pelatihnya di PTM yang dihuninya selama ini, di kantor KONI Denpasar Senin (29/6/2020).

Keduanya juga dilepas KONI Denpasar karena sebelumnya Pengkot PTMSI Denpasar telah merestui keduanya berlatih di Kudus sehingga KONI Denpasar juga mendukung penuh keputusan PTMSI Denpasar. “Kami mengapresiasi keduanya dan perlu diingat bagi keduanya, KONI Denpasar meminta ke depannya baik Ketut Rina maupun Ketut Devinta agar membela Denpasar di even lokal Bali seperti Porprov Bali, serta membela nama Bali jika turun di even-even nasional,” tambah Darmiyasa.

Dia menilai sangat bagus bagi keduanya karena selain masih muda sudah bergabung di PTM yang punya nama di level nasional, juga masih panjang bagi keduanya untuk terus mengejar prestasi di kejuaraan-kejuaraan lokal maupun nasional bahkan internasional nantinya. Dengan demikian maka ketika pertama masuk level petenis meja junior atau senior maka sudah memiliki jam terbang tinggi di even level nasional. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here