Bupati Mahayastra Pimpin Pembongkaran Pasar Umum Gianyar

0
230
REVITALISASI : Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra pimpin pembongkaran Pasar Umum Gianyar, Selasa (28/5/2020).

GIANYAR – Pasar umum Gianyar yang sebelumnya ditempati 1.864 pedagang mulai dibongkar sebagai tahapan revitalisasi, Kamis (28/5/2020).   Alat berat akan meratakan 65 toko, 84 kios, 943 los dan 762 lapak pedagang pelataran.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar Ngakan Jati Ambarsika mengatakan, pembongkaran dilaksanakan setelah pemenang lelang menyelesaikan kewajiban administrasi dan membayar lunas nilai penawaran Rp 955 juta lebih ke kas daerah. “Pembongkaran dilaksanakan selama 60 hari ke depan” katanya Jati Ambarsika.

Pembongkaran tahap pertama itu dipimpin Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra. Kepada wartawan, ia menyampaikan, revitalisasi Pasar Umum Gianyar serta pembangunan pasar tradisional merupakan program strategisnya sebagai salah satu wujud nyata pelaksanaan visi dan misi serta impiannya sebagai pemimpin daerah karena keberadaan pasar telah terbukti mampu mendukung perekonomian sekaligus mensejahterakan masyarakat. “Saya alokasikan anggaran dalam APBD Kabupaten Gianyar Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 250 milyar lebih untuk revitalisasi. Pembangunan dimulai Agustus ini dan dijadwalkan selesai dibangun pada Agustus tahun depan, sehingga clear-lah pasar ini,” kata Mahayastra.

Ia menegaskan,  revitalisasi Pasar Umum Gianyar sangat mendesak untuk dilakukan. Sebab, kondisi bangunan fisik dinilai sudah tidak layak, kotor, semrawut, bau, dan gersang sehingga tidak nyaman bagi pedagang maupun pengunjung. “Pembongkaran yang saya lakukan hari ini  mewakili semangat baru menjadikan Pasar Umum Gianyar yang modern, keren, kreatif, gaul, dan multifungsi, sehingga aktivitas kehidupan pasar dari pagi, siang dan malam akan terus ramai,” tegasnya.

Smeentara, bangunan Pasar Umum Gianyar yang baru dirancang menggunakan desain dan konsep modern dengan fasilitas penunjang lebih lengkap seperti eskalator, lift barang, pusat kuliner, ruang laktasi, ruang perbankan, basement parkir, kamar mandi, serta fasilitas lainnya. Rancangan itu dengan tetap mempertahankan  ciri khas dan keunggulan sebagai pasar tradisional yaitu interaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli.  Pasar Umum Gianyar diharapkan bisa menjadi ikon kota Gianyar yang mempunyai kualitas dan keunikan yang tidak kalah dengan pasar modern serta menjadi destinasi tujuan wisata.

Pada kesempatan itu, Mahayastra menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para pedagang yang sudah mendukung pelaksanaan revitalisasi dan meminta para pedagang bersabar menunggu proyek  rampung.

Menyinggung status tanah, Mahayastra kembali menyebutkan, tanah dan bangunan pasar telah tercatat sebagai aset Pemkab Gianyar sejak tahun 2001 yang diawali adanya proses tukar guling tanah. Tukar guling dilakukan dua tahap yakni tahun 1958 dan 1977. Tahun 1958, masyarakat yang dulunya menempati tanah PKD di areal Pasar Umum Gianyar, sebagian dipindahkan ke tanah Pemkab di Kampung Tinggi dan sisanya tahun  1977 dipindahkan ke tanah Pemkab di Jalan Majapahit, Gang Gunung Agung IV, Banjar Teges Kaja, Gianyar yang selanjutnya  menjadi tanah PKD Desa Adat Gianyar. Hal itu dijelaskan oleh pelaku tukar guling pada saat itu dalam Surat Pernyataan tertulis bermeterai.

“Saat ini proses pensertifikatannya sudah ada di BPN Gianyar, sudah dilengkapi sporadik penguasaan tanah oleh Pemkab Gianyar yang ditandatangani oleh Kelian Banjat Adat Teges Kaja, Penglingsir Puri Gianyar, dan Lurah Gianyar, serta Peta Bidang Tanah Pasar Umum Gianyar yang dikeluarkan oleh BPN Gianyar,”tegasnya.

Terkait adanya permohonan penundaan pindah dari beberapa pemilik toko di Jalan Ngurah Rai, Mahayastra Kembali menegaskan, dari 1.864 toko, kios, los dan lapak pedagang pelataran, sudah 1.858 yang pindah  dan sisa enam toko yang belum selesai memindahkan barangnya. Masa sewa menyewa tanah, izin menggunakan tanah/bangunan pemerintah, dan ijin bangun membangun yang dipegang oleh pemilik toko saat ini, seluruhnya sudah berakhir pada tahun 2014 yang lalu, dan Pemkab sudah memberikan prioritas serta menjamin para pemilik toko untuk memperoleh toko di bangunan Pasar Umum Gianyar yang baru, sesuai jumlah lantai toko yang ditempati saat ini, artinya satu lantai dapat satu toko, dua lantai dapat dua toko, dan seterusnya” tandasnya. (jay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here