Penggak Men Mersi Salurkan Sembako untuk Seniman

0
159
PEDULI CORONA : Rumah Budaya Penggak Men Mersi menyalurkan sembako kepada para seniman.

DENPASAR – Rumah Budaya Penggak Men Mersi didukung  Kumparan menyalurkan bantuan sembako kepada seniman tua, para pegiat seni kreatif, sastrawan, yang terdampak Covid-19.

Kelihan (Ketua) Rumah Budaya Penggak Men Mersi Kadek Wahyudita di sela-sela penyerahan sembako, Jumat (22/5/2020) mengatakan, bantuan diprioritaskan kepada seniman berusia lanjut, yang sedang sakit, maupun yang tidak memiliki pekerjaan lain.”Bantuan bahan pokok yang disiapkan untuk para seniman dan kreator totalnya 80 paket berisi 10 kilogram beras, 10 butir telur, 2 liter minyak goreng, 2 kilogram gula pasir, teh, 80 pcs kantong kain serta masker,” kata Kadek Wahyudita.

Paket bahan pokok senilai Rp 250 ribu itu merupakan bantuan dari Kumparan yang penyalurannya kepada seniman dipercayakan melalui Rumah Budaya Penggak Men Mersi. “Selain diberikan kepada para seniman yang mayoritas berusia lanjut, paket bahan pokok ini juga diberikan pada kreator-kreator dewasa dan muda, serta untuk sejumlah penulis budaya,”ujarnya didampingi pengurus Penggak Men Mersi lainnya.

Pihaknya berharap bantuan paket bahan pokok bisa sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari para seniman di sembilan kabupaten/kota di Bali dimana tidak bisa lagi pentas menghibur masyarakat maupun menjadi pengiring dalam berbagai kegiatan ritual. Terlebih, para seniman  belum tersentuh bantuan dari donatur . “Untuk para seniman yang berada di luar Denpasar, kami akan langsung membawa bantuan ini ke rumah masing-masing karena tidak sedikit dari mereka yang sudah lama sakit dan terbaring di tempat tidur,” ungkapnya.

Sementara itu, Wayan Sudiarta (62), seorang seniman arja dan genggong dari Sesetan, Kota Denpasar, mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diterima.”Dalam situasi seperti sekarang ini, kami sama sekali tidak ada kegiatan untuk pentas, sedangkan kehidupan tentu harus tetap berjalan,” ucapnya.

Sudiarta yang sebelumnya menjadi  “guide freelance” tidak bisa mengandalkan bekerja di sektor pariwisata karena tidak ada kunjungan wisatawan lagi dalam masa pandemi Covid -19. “Oleh karena itu, para seniman mohon agar diperhatikan juga supaya kami tidak keteteran dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menghidupi anak-anak,” ujar seniman yang biasa mengambil peran sebagai tokoh Penasar dan Kunta itu. (sur)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here