DPR-RI Minta Pengawasan Tetap Diperketat, Bali Mulai Diserbu Pendatang

0
152

DENPASAR – Kebijakan pemerintah pusat yang mulai mengijinkan penerbangan dibuka, tentunya masih tetap membuat masyarakat Bali was-was akan penyebaran Corona VirusDisease (Covid-19) di Bali. Pemerintah tentu memiliki alasan kenapa penerbangan sudah dibuka dan penjualan tiket menuju Bali sudah ludes terjual. Terjualnya semua tiket peswat menuju Bali dipastikan Bali akan jadi serbuan penduduk baik sebagai wisatawan maupun mencari keluarganya. Mengingat Bali dianggap sebagai tempat yang aman dan nyaman untuk tinggal di Bali terlebih lagi Bali dianggap paling sukses dalam percepatan penanganan Covid-19 hingga mendapat pujian dari presiden.


Pujian yang baik dari presiden hendaknya masyarakat Bali tidak takabur melainkan harus tetap meningkatkan kewaspadaannya bahwa penularan Covid-19 belum berakhir. “Kita minta semua aparat TNI-Polri dan Perhubungan  untuk tetap  memperketat semua pintu masuk Bali baik udara maupun laut. Pemeriksaan harus diperketat dan setiap kedatangan di bandara tidak boleh lolos begitu saja, mereka harus di tes PCR dan rapidtes sudah tidak efektif lagi,”pinta anggota Komisi IX DPR-RI Ketut Kariyasa Adnyana, via telepon Senin (18/5/2020).


Selama ini cukup banyak hasil rapidtes yang meragukan dari hasil positif sebelumnya, setelah diuji swab, menjadi negatif. Sehingga anggota DPR-RI asal Bali ini menilai sudah tidak efektif mempergunakan rapidtes sehingga diusulkan langsung dengan tes PCR. 


Kariyasa Adnyana menyebutkan kenapa presiden Jokowi mulai membuka penerbangan dan meminta masyarakat mulai berdamai dengan Covid-19. Menurut politisi PDIP asal Busungbiu Buleleng ini, kasus Covid-19 disemua belahan dunia sampai saat inipun belum juga bisa bebas secara total. Termasuk China, setelah Covid-19, muncul lagi virus baru disana. Kemudian negara Amerika yang disebut sebagai negara adikuasa, negara maju, ternyata semua negara tidak bisa membendung penyebaran corona. Meski melakukan lockdown seperti spanyol dan itali Covid-19 tetap menyerangnya. “WHO sudah menyampaikan secara jelas, virus Corona tidak akan hilang dan nanti pasti akan tumbuh virus-virus lain,” ujarnya. 


Kariyasa Adnyana mengajak membandingkan pengalaman negara Kangguru Australu dalam mencegah penularan serta percepat penanganan dampak ekonomi dari Covid-19. Masyarakat Australia menjadi terbiasa dalam mengantisipasi penularan virus dengan ketat. Kebiasaan inilah selalu ditanamkan kepada semua warganya sehingga virus corona bukan menjado sesuatu yang menakutkan. Mereka mampu melakukan mencegahan dengan tetap memperhatikan menjaga jarak, menghindari terjadinya kerumunan orang dan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.


Sementara Bali dengan kekuatan desa adat dan banjar di Bali, terlebih lagi dengan pengalaman selama serangan Covid-19 ini, masyarakat Bali semakin terbiasa, semaki memahami melakukan pencegahan, penanggulangannya dan pantang menyerah menghadang Covid-19. “Selain setiap pintu kedatangan masuk Bali yang sudah diperketat, masyarakat Bali sendiri harus desiplin dan taat dengan imbauan pemerintah. Kita semua harus mampu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selalu mempergunakan masker dan sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir,” pintanya.


Lantas bagaimana dengan pariwisata Bali? Mantan ketua Komisi IV DPRD Bali ini menyebutkan pengalaman Covid-19, pariwisata Bali harus berbenah dan bisa melakukan seleksi kedatangan wisatawan. Bahwa, pariwisata Bali kedepan sudah seharusnya mendatangkan wisatawan yang berkelas. Sebab, yang akan dikejar adalah kualitas bukan kuantitas. Kariyasa Adnyana menyebutkan wisatawan yang banyak datang tetapi tidak mengahasilkan apa-apa karena wisatawannya tidak berkualitas. “Wisatawan yang datang ke Bali kita harapkan membawa duit yang banyak dan menghabiskan uangnya di Bali. Daerah tujuan utama adalah Bali sementara daerah lain tujuan nomor dua,” pungkasnya. (arn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here