
BADUNG – Aspal bergelombang di tanjakan Jalan Uluwatu Ungasan, menjadi sorotan para pengguna. Hal tersebut dirasa sangat membahayakan, apalagi ketika malam hari. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Bali, Muhammad Solthon mengungkapkan, sesungguhnya kondisi tersebut sudah pernah disikapi. Yakni melalui langlah scrap dengan alat cold milling, guna mengatur elevasi dan ketebalan aspal.
Namun ternyata, belakangan ini kondisi tersebut muncul kembali. Disinyalir, itu akibat banyaknya kendaraan berat yang melintas. “Belakangan ini cukup banyak mobil kontainer yang berlalulalang di sana,” ucapnya. Namun demikian, pihaknya tidak terlalu mempersoalkan hal tersebut. Apabila diperlukan, pihaknya akan kembali melakukan scrap dan memperbaiki kondisinya. “Sementara belum ada pengaspalan. Nanti kita akan lakukan pemeliharaan. Secepatnya dilaksanakan. Kalau memang itu membahayakan pengendara, akan kita lakukan,” pungkasnya. (adi,dha)








