
BADUNG – Volume sampah kiriman yang menepi di pantai barat Kabupaten Badung mengalami peningkatan sejak dua pekan terakhir. Namun demikian, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, angkanya masih terbilang jauh lebih rendah.
“Sejak awal bulan ini mulai menepi dengan volume yang meningkat. Namun demikian, itu masih termasuk ringan dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Koordinator Deteksi dan Evakuasi Sampah Laut Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, I Made Gde Dwipayana, Kamis (22/2/2024).
Sebelumnya, sambung dia, rata-rata harian sampah kiriman yang berhasil dievakuasi adalah mencapai sekitar 5 hingga 6 truk. Namun sejak dua pekan belakangan, volumenya meningkat jadi 10 hingga 12 truk per hari “Komposisinya berupa ranting kecil-kecil, rumput laut, dan beberapa plastik,” sambungnya.
Dibeberkan dia, pada periode sampah kiriman sebelumnya, DLHK Kabupaten Badung total mengevakuasi sebanyak 3000 ton. Angka tersebut merupakan penghitungan dari penanganan sejak bulan Oktober 2022 hingga April 2023.
Sementara untuk periode sekarang ini, mulai dari November 2023 hingga Februari 2024, secara keseluruhan baru mencapai 400 ton. “Jadi kalau dibandingkan, angkanya masih sangat jauh. Saya juga tidak mengerti kenapa ini terjadi. Apakah memang sampahnya yang sedikit, ataukah pengaruh dari cuaca,” imbuhnya.
Karenanya, Dwipayana juga tidak tahu pasti, kapan puncak datangnya sampah pada periode saat ini. Sementara kalau bicara periode sebelumnya, puncak datangnya sampah terjadi pada bulan Januari 2023.
“Bisa dibilang, sekarang ini memang terbilang aneh. Kalau dahulu, di hari puncaknya bisa mencapai 100 sampai 150 truk per hari. Sekarang ini, kayu-kayu besar pun belum ada,” bebernya.
Meski demikian, pihaknya dipastikan tetap siaga di seluruh zona untuk menyikapi datangnya sampah kiriman. Dengan rata-rata jumlah personil mencapai 10 hingga 15 orang.
“Kalau armada, kita fokuskan sementara di Samigita. Itu berupa empat loader dan tiga beach cleaner,” ungkapnya sembari mengabarkan bahwa mulai pekan depan akan ada penambahan alat guna menambah kekuatan.
“Penambahan alat yang kita sewa ini nanti rencananya kita tempatkan di Samigita. Kemudian alat kita yang di Samigita, akan kita geser ke Jimbaran atau Kedonganan. Karena di sana belum kita tangani dengan alat. Selama ini kita hanya gunakan tenaga manual di sana,” ungkapnya. (adi,dha)








