
foto: Wakil Wali Kota Denpasar Arya Wibawa saat memberi keterangan terkait pembuangan sampah di TPA Suwung, di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (31/10/2023).
DENPASAR – Sejak 12 Oktober 2023, kebakaran melanda TPA Suwung, dan kondisi terakhir kondisi api dilaporkan terus mengalami penurunan. Dampak Kebakaran TPA Suwung menyebabkan penumpukan sampah di wilayah Kota Denpasar tak terhindarikan.
Seiring menurunya titik api yang terjadi hampir setengahnya dari luas 32 hektar TPA Suwung. Pihak pemerintah Kota Denpasar memastikan akan kembali mengangkut sampah ke TPA Suwung, mulai Selasa (31/10/2023) malam ini.
“Mulai malam ini, kita akan kembali mengangkut sampah ke TPA Suwung secara bertahap, kita batasi sekitar 50 hingga 100 truk akan masuk ke TPA Suwung mulai pukul 07.00 malam,” kata Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, usai menerima bantuan truk dari Kanwil BI Wilayah Provinsi Bali, di Loby Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (31/10/2023).
Wawali Arya Wibawa lebih lanjut mengatakan, alasan sampah bisa kembali diangkut ke TPA Suwung karena melihat situasi pendinginan yang dilakukan sangat efektif, diharapkan seminggu kedepan kebakaran TPA Suwung bisa dipadamkan.
“Jadi wilayah TPA Suwung tidak bisa dimanfaati tim sedang bekerja, kami lakukan bertahap, kita pakai sisi utara dan timur sekitar 2 hektar saja,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Wawali, keberadaan truk memang berjumlah 40 unit, namun setengahnya perlu mendapat perbaikan. “Kita sangat mengapresiasi bantuan dua unit truk sampah dari Bank Indonesia Wilayah Bali kepada depo – depo yang ada di Denpasar, adanya bantuan ini sangat membantu meringankan beban pengangkutan sampah di kota Denpasar,” ungkapnya.
Arya Wibawa juga menambahkan, saat ini dalam menangani pengangkutan sampah akibat melubernya sampah di depo dan TPS, Pemkot melakukan penambahan truk sebanyak 15 truk dengan sistem sewa.
“Namun kembali beberapa kendala kita hadapi yakni masalah pemilik truk yang merasa rugi karena tidak sesuai dengan ongkos yang mereka terima, hal ini disebabkan truk yang membuang sampah ke Klating Tabanan disana cukup krodit, sehari hanya bisa mengirim sekali, disana antre, dan pemilik truk mengaku rugi bila dibandingkan mengangkut pasir bisa tiga kali sehari,” ujarnya. (sur)








