
TABANAN – Kebakaran di TPA Mandung sampai hari ketiga Senin (16/10/2023) masih terjadi belum bisa dituntaskan, meski tidak ada titik api yang ditemukan.
Terkait hal tersebut dan asap masih mengepul , Pemkab tabanan akhirnya menetapkan status darurat.
Hal tersebut disampaikan Sekda Tabanan yang juga Kepala BPBD Tabanan I Gede Susila saat memimpin rapat koordinasi sekaligus pembentukan pos pantau di balai subak Uma Mumbu di selatan TPA yang terbakar.
“Sudah ditetapkan sebagai status darurat selama 14 hari sejak Sabtu lalu, sehingga ada kebencanaan yang harus diantisipasi segera,” tegas Gede Susila usai rapat koordinasi.
Terkait dengan status darurat tersebut, pihaknya bersama Forkopimda sudah melakukan koordinasi dan semua siap membantu termasuk dari kepolisian yang siap menurunkan kendaraan armour water canon (AWC).
Selain itu, pihaknya juga meminta bantuan dari Pemkab Badung untuk membantu mobil Damkar dan sudah disiapkan dua unit ditambah dengan tiga unit milik Pemkab Tabanan yang bergiliran di lokasi.
“Kebetulan di barat TPA ada parit yang airnya mengalir, mobil tinggal sedot langsung disemprotkan ke TPA tanpa harus menunggu cari air di lokasi lain. Kami sudah koordinasi dengan subak dan pengambilan air secara bergiliran,” jelasnya.
Hal lain yang juga dilakukan dengan penetapan status darurat ini, yakni pembuatan pos pengungsian di wantilan Desa Kukuh yang ada di selatan TPA dan aman dari asap.

Juga membagikan sekitar 5.500 masker baik kepada petugas di lokasi maupun kepada masyarakat baik di Desa Sembung Gede maupun di Desa Kukuh, kerambitan yang terdampak langsung dengan kebakaran TPA.
“Petugas dari Puskesmas Kerambitan I juga membagikan vitamin kepada warga dan memantau warga yang terdampak kebakaran ini agar segera dapat ditangani,” tandasnya.
Sementara itu, pantauan di lokasi, asap tebal masih mengepul dari lokasi TPA, membuat sesak nafas. Dua unit Damkar Tabanan standby melakukan penyiraman dari pinggir.
Menurut Sekda Susila, pemadaman kebakaran sudah mencapai 75 persen. Namun asap tetap mengepul karena api masih ada di bawah tumpukan sampah.
“Penanganan sudah mencapai 75 persen, mudah-mudahan tidak muncul titik api yang baru,” harapnya. (jon)








