
BULELENG – Kasus terkonfirmasi atau positif Covid-19 di Kabupaten Buleleng masih terus terjadi. Sesuai laporan Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng, selain 27 orang pasien yang dinyatakan sembuh atau tidak terinveksi Covid-19, ada penambahan 10 kasus terkonfirmasi di Kabupaten Buleleng.
“Sesuai laporan dari Tim Medis GTPP Covid-19, pasien yang dinyatakan sembuh hari ini sebanyak 27 orang. Sementara penambahan kasus konfirmasi atau positif Covid-19 sebanyak 10 orang,” ungkap Jubir GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng, Ketut Suweca, Sabtu (05/9/2020) siang saat menggeber data terkini penanganan Pandemi Covid-19 di Kabupaten Buleleng.
Suweca yang juga Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kabupaten Buleleng ini memaparkan 27 orang pasien sembuh berasal dari Kecamatan Buleleng 9 orang, Kubutambahan 3 orang, Sawan 4 orang, Sukasada 4 orang, Gerokgak 1 orang, Banjar 3 orang, Seririt 2 orang dan Kecamatan Busungbiu 1 orang. Sementara penambahan kasus konfirmasi sebanyak 10 orang berasal dari Kecamatan Buleleng 5 orang, Tejakula 2 orang, Seririt 1 orang, Busungbiu 1 orang dan Sawan 1 orang. “Kasus konfirmasi tersebut merupakan hasil tracing terhadap pasien konfirmasi sebelumnya,” tandas Suweca sembari menyebutkan untuk jumlah kasus meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19 tetap 7 orang, demikian juga kasus Probable tetap 20 orang.
Terkait akumulasi data terkini penanganan Covid-19, Suweca memaparkan kasus konfirmasi sampai dengan Sabtu (5/9/2020) sebanyak 550 orang, dengan rincian 454 orang sembuh, 7 orang meninggal dunia, 88 orang menjalani isolasi dan 1 orang dirujuk ke Denpasar. Jumlah Kasus Suspek sebanyak 715 orang, dengan rincian 277 orang Suspek Konfirmasi, 327 Discarded (selesai masa pantau), 91 masih dipantau dan 20 kasus Probable (meninggal dunia sebelum ada hasil test menunjukkan positif atau negatif terinfeksi Covid-19). Sementara jumlah Kontak Erat sebanyak 5.011 orang, dengan rincian 212 orang Kontak Erat Konfirmasi, 3.860 Discarded (selesai masa pantau) dan 773 Karantina Mandiri. “Sementara Kontak Erat menjadi Suspek sebanyak 166 orang, dan Kasus Konfirmasi Non Suspek atau Kontak Erat sebanyak 61 orang,” pungkasnya.(kar)








