
BULELENG – Pekak (kakek,red) I Gede Sudana (80) yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Selasa (15/8/2023) lalu akhirnya ditemukan Senin (21/8/2023).
Saat ditemukan sekitar pukul 10.00 wita, kondisi Pekak Sedana sudah dalam keadaan meregang nyawa, membusuk di semak bambu yang ada di tepi Sungai Kayoandari Desa Petandakan Kecamatan Buleleng.
“Korban yang sempat dilaporkan hilang sejak 15 Agustus lalu, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini jenazah korban dititipkan di RSUD Kabupaten Buleleng,” ungkap Kapolsek Kota (Kapolsekta) Singaraja Kompol Nyoman Pawana Jaya Negara usai evakuasi jenazah korban di RSUD Buleleng, Senin (21/8/2023).
Didampingi Kasi Humas Polres Buleleng AKP Dharma Diatmika, mantan Kapolsek Sawan ini memaparkan penemuan jenazah korban berawal dari saksi Putu Merta melintasi semak bambu yang ada di sekitar Tukad Kayoandari.
“Saat melintas di lokasi, saksi mencium bau tidak sedap dan saat ditelusuri bau tersebut berasal dari sosok laki-laki dalam kondisi tergeletak di semak bambu. Karena tidak berani, saksi kemudian melapor kepada aparat Desa Petandakan dan petugas Bhabinkamtibmas serta Babinsa setempat,” ungkapnya.
Laporan saksi yang diteruskan ke Polsek Kota Singaraja, langsung ditindaklanjuti bersama Tim Basarnas dan warga setempat dengan melakukan evakuasi.
Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, kata Kapolsek Pawana Jaya Negara, sosok mayat yang ditemukan itu dikenali aparat desa dan pihak keluarga bernama I Gede Sedana (80) yang sempat dilaporkan hilang sejak 15 Agustus lalu.
“Dari hasil koordinasi, pihak keluarga menyatakan mengenali jenazah yang ditemukan, menolak dilakukan otopsi dan menerima kematian korban sebagai musibah,” jelasnya.
Dengan adanya pernyataan dari pihak keluarga tersebut, penyidik Unit Reskrim Polsekta Singaraja telah menyerahkan jenazah I Gede Sedana kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. “Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (kar,dha)








