
TABANAN – PDIP Tabanan langsung tancap gas begitu telah diumumkannya pasangan calon (paslon) yang diusung yakni paket I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan atau pasangan Jaya-Wira melakukan konsolidasi dengan mendatangkan Ketua DPD PDIP Bali I Wayan Koster, Tokoh senior PDIP Tabanan N Adi Wiryatama maupun dari DPP I Made Urip, Senin (31/8/2020)
Dalam arahannya, Wayan Koster mengatakan dari enam kabupaten kota di Bali yang akan memggelar Pemilihan Kepala Daerah, konsolidasi dipilih mengawali di Tabanan. “Saya pilih datang pertama kali ke ‘mudah-mudah’ alias mudah menangnya. Karena saya sudah memetakan sejak awal, dari hasil Pileg dan Pilpres 2019 perolehan suara di Tabanan sangat signifikan,”ucapnya.
Tabanan ini menurut Koster memiliki prestasi yang luar biasa. Dirinya bangga akan kemenangan yang telah diraih sebelumnya. Karena petugas partainya betul betul bekerja secara keseluruhan, partainya solid, bukan menang karena beli suara atau bagi hibah maupun bansos melainkan spirit pertarungan yang tinggi. “Jadi saya sedikit pun tidak ada kerisauan dalam menghadapi Pilkada mendatang, meski dalam proses Cabup dan Cawabup ada sekian orang, saya pastikan Tabanan ramai, namun saat keluar rekomendasi pasti akan taat dan solid,” ucapnya.
Ditegaskan, juga dalam memenangkan paket ini jangan ada yang main-main atau ngerem atau diam apalagi berkhianat. Apalagi Koster melihat sosok calon Bupati I Komang Gede Sanjaya sudah berpengalaman dengan dua kali menjadi wakil bupati mendampingi Bupati Ni Putu Eka Wiryastuti. begitu juga dengan calon wakil I Made Edi Wirawan sudah berpengalaman di DPRD. Sehingga dinilai pantas melanjutkan kepemimpinan Bupati Eka Wiryastuti. Sehingga dirinya menargetkan suara minimal 80 persen di Tabanan melihat soliditas dan semangat seluruh kader mauli dari DPP, DPD, DPC, PAC dan sampai ke akar rumput. Koster juga mohon doa restu dan dukungan seluruh rakyat Tabanan memenangkan paket jaya-Wira
Sementara tokoh senior PDIP Tabanan N Adi Wiryatama berharap banteng banteng Tabanan kembali ke ‘kandang’ dalam memenangkan pasangan yang direkomendasi induk partai. Dirinya mengaku, awalnya dalam perjalanan pasti ada ‘asah asah tanduk’, kubu-kubu-an dan diharapkan saat ini waktunya berhenti. “Keduanya ini anak anak ideologis saya. Kalau sebelumnya ada kubu-kubuan, sah dalam berdemokrasi, tetapi sekarang ini harus kembali solid untuk partai dan hormat pada keputusan partai,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Ketua DPP PDIP, I Made Urip. Urip yang wakil Tabanan di senayan juga tegas meminta kader partai mengawal rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh induk partai. Meski dalam proses sebelumnya ada dinamika lantaran perbedaan pendapat. “Saat ini kuncinya solid dan gotong royong kunci bisa meraih kemenangan di Pilkada, target harus bisa meraih 80 persen raihan suara kemenangan,” ucapnya.
Sementara itu Komang Gede Sanjaya menyambut baik arahan yang diberikan oleh para tokoh senior partai, dan akan dijadikan motivasi untuk bergerak bergotong royong bersama kader banteng di Tabanan bisa memenangkan Pilkada Tabanan tahun 2020. Saat disinggung target, pihaknya tidak mau berkomentar banyak. “Saya tidak mau muluk-muluk untuk kemenangan di Tabanan. Tidak bisa ditarget, tapi maksimal bekerja untuk membawa Tabanan lebih baik lagi kedepan,” ucapnya. (jon)








