
TABANAN – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menggali potensi pendapatan di masa pandemi Covid-19 ini. Kini potensi pendpatan di kecamatan mulai dilirik. DPRD Tabananpun mendorong eksekutif memaksimalkan potensi dimiliki masing-masing kecamatan.
Menurut Ketua DPRD tabanan I Made Dirga, ada potensi pendpatan yang masih bisa digarap terutama di masa pandemi seperti saat ini. Salah satunya potensi pendapatan yang ada di kecamatan. Hanya saja potensi yang ada, belum terdata dengan baik sehingga belum diketahui. “Sangat perlu mendata kembali potensi mennojol yang dimiliki di masing-masing kecamatan di Tabanan,terutama yang belum maksimal digarap,” tandas I Made Dirga, saat rapat badan anggaran DPRD dengan tiam anggran pemerintah daerah (TAPD) beberapa hari lalu.
Dikatakan, dari hasil penjajagan awal di lapangan, potensi pendapatan yang belum tergarap secara maksimal yakni Pajak Tanah dan Bumi (PBB). Meski kondisi ekonomi yang melemah, namun pembyaran PBB masih bisa digarap dan masyarakat secra umum masih sadar untuk membayar pajak. Apalagi dengan program PTSL sehingga banyak sertifikat baru yang dibuat dan perlu didata karena merupakan potensi pajak yang potensial.Sehinga, nantinya benar-benar akan mampu meningkatkan PAD Tabanan dalam kondisi seperti saat ini. “Pendataan perlu dilakukan dan sekaligus adanya kedisiplinan masyarakat membayar pajak,” tandasnya.
Sementara Kepala Bapelitbang Tabanan, Ida Bagus Wiratmaja mengatakan, terkait potensi-potensi dimasing-masing kecamatan di Tabanan belum bisa dijalankan secara maksimal dalam sisa bulan di tahun 2020 ini. Akan tetapi, untuk rencana kedepan harus dilakukan untuk mendata potensi menonjol di tiap-tiap kecamatan, untuk bisa digali jadi potensi pendapatan daerah. “Tidak boleh potensi yang dimiliki tersebut sampai terlepas dan benar-benar harus diawasi,” katanya.
Terkait dengan hal tersebut, potretnya telah dimiliki dan datanya di bagian keuangan juga telah ada.Meskipun datanya telah ada, akan tetapi jika dilihat dari potensinya masih sangat kecil sekali. “Bisa dikatakan tidak akan banyak mampu mendongrak PAD, biarpun 10 kecamatan di gabung di Tabanan masih tiadak akan menutupi. Angka paling banyak berkisar Rp 10 milyar di 10 kecamatan di Tabanan. Tidak akan mampu membantu Rp 90 Milyar, namun tetap harus dicari,” ucapnya. (jon)








