
TABANAN – Ada banyak hal sekaligus sisi menarik dan layak diteladani dari sosok Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Selain memiliki berbagai ide cerdas dalam membangun Tabanan, ia sangat mencintai produk rakyat, khususnya kuliner lokal.
Hal tersebut seringkali direkam awak media ketika berkesempatan mengikuti Wabup Sanjaya saat melakukan suatu kunjungan atau menghadiri oleman dari masyarakat. Seperti halnya saat ia mengunjungi DTW Alas Kedaton belum lama ini dalam tujuannya memulihkan pariwisata akibat sempat jeda oleh pandemi covid-19.
Mengakhiri kunjungannya saat itu, Wabup Sanjaya didampingi Camat dan Kapolsek Marga serta Perbekel dan Puri Kukuh termasuk pula puluhan orang lainnya dari berbagai unsur memilih menikmati makanan rakyat khas Alas Kedaton. Adapun makanan rakyat tersebut tiada lain nasi bubuh. “Dulu saya sering bersepeda melintasi daerah sini dan selalu mampir membeli nasi bubuh ini,” ungkapnya.
Sama halnya dengan kunjungannya di DTW Alas Kedaton ini, hal yang sama juga ia lakukan pada saat Sanjaya mengunjungi DTW Jatiluwih beberapa hari yang lalu dengan tujuan yang sama yakni menggairahkan kembali dunia pariwisata Tabanan. Saat itu seusai jalan-jalan disekitar DTW Jatiluwih, Wabup Sanjaya dan rombongan menikmati beragam kuliner lokal. Seperti teh beras merah, jaja laklak dan sebagainya. “Kuliner lokal ini nikmat juga menyehatkan dan ini datang dari kesuburan alam Tabanan yang diolah dengan jerih payah petani kita. Jadi, selayaknya kita menikmati kuliner lokal sebagai bentuk penghargaan kita kepada para petani Tabanan sekaligus sebagai bentuk syukur kita kepada alam Tabanan dan Sang Maha Pencipta yang telah menganugerahkan kesuburan lahan di Bumi Lumbung Beras ini,” terangnya.
Tidak hanya mencintai kuliner lokal, Wabup Sanjaya juga sangat peduli dengan ekonomi kerakyatan. Seperti saat Wabup Sanjaya dan rombongan melakukan berbagai kunjungan kerja di tempat yang berbeda. Hingga tiba waktunya jam makan. Menyadari hal tersebut, Wabup Sanjaya yang tidak mau melihat orang-orang di sekitarnya kelaparan, segera mengintruksikan sopirnya untuk mencari warung nasi. Kebetulan saat itu rombongan melintasi sebuah pasar senggol.
Tanpa rasa sungkan Wabup Sanjaya langsung berbaur dengan masyarakat atau pengunjung pasar senggol tersebut. Seperti masyarakat kebanyakan, Wabup Sanjaya didampingi rombongan duduk menanti makanan pesanannya. Lagi-lagi pilihan menunya merupakan kuliner lokal. Yakni nasi be genyol, sayur urab dan semangkok kuah.Sebuah sikap hidup seorang pemimpin yang sederhana dan mulia. Yakni selalu bangga dengan potensi daerah sekaligus mendorongnya agar potensi itu tumbuh sebagai upaya membangkitkan ekonomi kerakyatan. “Sebagai putra daerah, kita harus bangga dengan potensi yang kita miliki, harus bangga jadi orang Tabanan yang salah satunya dengan mencintai produk lokal, termasuk diantaranya kuliner lokal,” tutupnya. (jon)








