
GIANYAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar mengumkan pemisahan daerah pemilihan (dapil) dan penambahan kursi DPRD Kabupaten Gianyar dalam Pileg 2024, Jumat (10/3/2023).
Pada kesematan itu dilaksanakan pula sosialisasi yang diikuti oleh partai peserta Pemilu 2024 hingga para kepala desa se Gianyar, di Ubud.
Adapun komposisi di masing-masing Dapil adalah sebagai berikut; Dapil Gianyar sebanyak 9 kursi, Blahbatuh 7 kursi, Sukawati 9 kursi, Ubud 6 kursi, Payangan 4 kursi, Tegalalang dan Tampaksiring masing-masing 5 kursi. Dimana komposisi tersebut berdasarkan jumlah penduduk. Dapil Gianyar dan Sukawati mendapat jatah 9 kursi dikarenakan total penduduknya masing-masing di atas 100 ribu jiwa. Sementara Payangan hanya di angka 40 ribuan penduduk.
Ketua KPU Gianyar, Putu Agus Tirta Suguna menegaskan dapil dan jumlah tersebut sudah inkrah untuk Pileg 2024. Karena itu, iapun meminta setiap parpol peserta pemilu agar menyiapkan kader-kadernya. “Kami mohon pada seluruh pimpinan parpol agar bisa mempersiapkan untuk di 7 dapil. Baik terkait syarat pencalonan maupun syarat calon,” ujarnya.
Terkait pisah dapil dan penambahan kursi ini mendapat respon yang beragam dari politisi dan tokoh masyarakat. Salah satunya adalah pemisahan Dapil Blahbatuh-Tampaksiring. Menurut Perbekel Tampaksiring, I Made Widana, yang digadang-gadang akan maju ke Pileg Gianyar 2024, menyebut pemisahan itu menjadi berkah bagi warga Kecamatan Tampaksiring.
Sebab mereka akan benar-benar murni memiliki wakil di daerah. Dimana sebelumnya, banyak suara masyarakat Tampaksiring diberikan pada Caleg asal Blahbatuh. Dari 10 kursi dindapil itu, 8 diantaranya didapat oleh caleg asal Blahbatuh. “Apresiasi saya berikan terjadap kinerja KPU yang bisa memperjuangkan pemisahan Dapil Blahbatih dan Tampaksiring. Ini berkah bagi kami, karena 2024 kami memiliki 5 kursi,” ujar Widana.
Berbeda dengan Ketua Perindo Gianyar, I Nyoman Arjawa asal Blahbatuh. Ia menilai pemisahan Dapil itu menjadi ‘petaka’ bagi politisi Blahbatuh. Sebab dengan kompesisi 7 kursi di Pileg 2024, maka satu incumbent harus tumbang. Karena itu, persaingan di Blahbatuh akan sangat ketat.
Arjawa pun cukup pesimis dengan kondisi itu. Bahkan ia harus mikir-mikir terkait pertarungan nanti. “Ini adalah petaka bagi Blahbatuh. Tapi untuk saya ke depannya di Perindo apakah saya maju atau tidak, saya belum tahu. Tapi dengan pemisahan ini, incumbent saja harus gugur satu apalagi yang tidak. Tapi bagaimanapun, kami menghormati pemisahan dapil ini,” tandasnya.
Sementara Gerindra yang diwakili wakil ketua DPD Gerindra, Drs I Wayan Subrata, mengatakan telah menyiapkan calon ditujuh dapil. Pihaknya optimis dengan pecahan dapil ini mampu menambah satu kursi dan membentuk fraksi pada pileg 2024 mendatang. “Daftar petarung sudah ada, tapi belum DCT. Target satu dapil satu kursi,” tandasnya. (jay)








