
GIANYAR – Mahasiswa Universitas Warmadewa (Unwar) Kelompok 63 melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) di Desa Sumita, Gianyar.
Kegiatan berlangsung sejak 1 Februari hingga 3 Maret 2023, dan diikuti oleh 28 orang mahasiswa. Terdiri dari mahasiswa program studi Akutansi, Ilmu Hukum, Ilmu Pemerintahan, Manajemen, Sastra Inggris, dan Teknik Sipil.
Untuk diketahui, Desa Sumita berada di wilayah Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali. Penduduk Desa Sumita berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa per-Januari tahun 2022, adalah berjumlah 3.120 jiwa dengan jumlah Kepala Keluarga sebanyak 662 KK. Desa ini terdiri dari enam banjar yaitu Banjar Mulung, Banjar Sema, Banjar Pande, Banjar Tengah, Banjar Siih, dan Banjar Melayang.
Desa Sumita sampai saat ini masih terkenal dengan kerajinan ukiran kayunya. Bahkan 80% masyarakatnya bekerja sebagai pengukir/pemahat kayu. Ukiran di desa Sumita mulai berkembang pada tahun 1990-an. Dimana hampir semua kalangan mulai dari anak remaja hingga orang tua, baik pria maupun wanita, memiliki keahlian mengukir.
Acara pembukaan penerimaan mahasiswa KKN-PPM di Desa Sumita dilaksanakan di Aula Kantor Desa Sumita pada 1 Februari 2023 lalu.

Kegiatan dihadiri dan disaksikan oleh undangan terkait, seperti Kepala Desa Sumita, Bendesa Adat Mulung, Bendesa Adat Sumita, Sekretaris Desa, Ketua BPD Desa Sumita, Ketua LPM Desa Sumita, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua Pemuda se-Desa Adat Sumita, serta beberapa undangan lainnya.
Acara pembukaan tersebut ditandai dengan penyerahan SK Nama Mahasiswa oleh Dosen Pembimbing yakni Dr.dr. Putu Asih Primatanti,Sp.KJ, kepada Kepala Desa Sumita I Made Bawa dengan didampingi oleh Koordinator Desa Ketut Agus Krisna Adiputra. Setelah SK Nama diserahkan, dilanjutkan dengan sambutan Bapak Kepala Desa.
“Selamat datang kami ucapkan kepada mahasiswa KKN-PPM Desa Sumita 2023 yang akan melaksanakan kegiatan bersama kami Perangkat Desa selama kurang lebih 1 bulan. Kami sangat apresiasi kedatangan adik-adik mahasiswa di desa tercinta kami, semoga kita bisa berkolaborasi dan adik-adik mampu membantu kami selaku perangkat desa dalam program yang ke depan akan kami jalani. Serta adik-adik dapat berbaur dengan masyarakat kami, terutama kepada pemuda-pemudi di desa kami. Fasilitas desa nantinya bisa adik-adik pergunakan selama berkegiatan, sebagai rasa apresiasi kami,” ucap Kepala Desa Sumita, I Made Bawa dalam sambutannya.
Pada program KKN-PPM ini, mahasiswa memiliki program dalam mengoptimalkan seni ukir dengan cara mempromosikannya melalui media sosial. Sehingga nantinya, dapat menjadikan seni ukir yang ada di Desa Sumita lebih dikenal dan dapat dijual di berbagai daerah bahkan ke mancanegara.
Kegiatan dimulai dengan melakukan survei, mengembangkan, dan mengoptimalkan program, serta mengevaluasi efektivitas program secara langsung dalam penggunaannya pada sosial media. Program yang dilakukan tersebut bertujuan untuk mewujudkan usaha pada sektor seni ukir yang berbasis sosial media, seperti Facebook dan Instagram, sehingga dapat memaksimalkan proses pemasaran dan pendapatan masyarakat di Desa Sumita yang mayoritas masyarakatnya sebagai pengerajin seni ukir.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, KKN-PPM Unwar kali ini mengambil tema ‘Optimasi Potensi Desa Melalui Pemberdayaan Masyarakat Guna Meningkatkan Ketahanan Pangan Desa’.
Tujuannya untuk memadukan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat dengan menyumbang ilmu pengetahuan yang telah didapat oleh mahasiswa ke masyarakat.
Selain memaksimalkan potensi Desa Ukir, program lain yang dijalankan oleh mahasiswa KKN-PPM Unwar untuk mendukung tema tersebut adalah menyasar lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Dalam hal kesehatan, para mahasiswa ikut serta beperan aktif bersama dengan pihak PUSTU (Puskesmas Pembantu) dalam kegiatan Posyandu anak yang diselenggarakan di setiap banjar dinas di Desa Sumita. Di samping itu, juga pengecekan kesehatan jiwa terhadap masyarakat Desa Sumita.
Potensi remaja dalam pengembangan desa, juga menjadi perhatian bagi perangkat desa. Mereka berharap, remaja di Desa Sumita dapat menyadari persaingan di zaman ini, dan lebih cerdas dalam menerima segala bentuk informasi dan pergaulan yang cenderung bebas.
Harapan tersebut kemudian difasilitasi oleh mahasiswa KKN-PPM melalui sebuah talkshow dengan topik Pergaulan Bebas dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Materi diberikan langsung oleh dosen pembimbing Dr. dr. Putu Asih Primatanti, SpKJ secara interaktif.
Kegiatan yang menyasar pemuda-pemudi di lingkungan Desa Sumita itu juga menarik perhatian para perangkat desa seperti Babinsa, Perbekel, Bhabinkamtibmas, Sekretaris Desa, Bendesa Adat, dan juga Kelian Banjar di wilayah Desa Sumita yang mengikuti diskusi ini dengan aktif sampai acara berakhir.
“Terima kasih banyak kepada tim KKN Universitas Warmadewa di desa Sumita, karena sudah melaksanakan kegiatan ini. Acara yang sangat bagus, dan ilmu yang diberikan tidak hanya untuk muda-mudi tapi bagi kami yang sudah menjadi orang tua,” ujar Sekretaris Desa, I Nyoman Rai Gargita.
Lebih lanjut untuk diketahui pula, dalam program KKN-PPM pada minggu ke 4, para mahasiswa melaksanakan kegiatan mengajar yang berlokasi di SD 1 Sumita dan SD 2 Sumita. Materi yang diberikan tidaklah terlalu berat, yakni seperti Cara Mencuci Tangan yang Baik dan Benar, Bahaya Gadget Berlebihan, serta Games dan juga Senam.
“Banyak hal baru. Kami mencoba untuk membawa materi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh adik-adik di Sekolah Dasar. Banyak canda tawa yang kami rasakan bersama dalam kegiatan mengajar ini,” sebut Koordinator Desa, Ketut Agus Krisna Adiputra. (adi)








