
GIANYAR – Masakan Padang cukup melegenda dan memiliki cita rasa yang lezat. Tak heran, bisnis kuliner makanan khas Sumatera Barat ini semakin menjamur khususnya di Bali.
Penjualnya tak hanya orang Minang, tapi ada juga warga Bali, yaitu Sudarmayasa alias Pak Koming yang mengarungi usaha rumah makan Padang sejak 8 tahun lalu.
Berbekal pengalaman bekerja di warung makan, Pak Koming membuka usaha Nasi Padang di Jalan Singakerta, Banjar Dangin Labak, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Bukanya mulai pukul 10.00-00.00 WITA dan pecinta kuliner wajib mencobanya.
“Dari dahulu skill saya senang masak. Karena masakan Bali sudah banyak, saya beralih ke masakan Padang,” kata Pak Koming saat ditemui di warungnya, Minggu (5/2/2023).
Ia menceritakan awal mula merintis usaha Nasi Padang cukup sulit karena racikan bumbu makanan khas Padang dengan Bali jauh berbeda.
“Kalau Padang tidak pakai kencur. Kami racik sendiri, blender. Kalau orang Padang sekali bikin bumbu, dipakai berulang kali. Kalau kami buat setiap hari untuk keperluan masaknya, jadi fresh,” ucapnya.
Dari ketekunannya meracik bumbu itu, Pak Koming kini memiliki pelanggan tetap yang sebagaian besar dari sopir transportasi wisata.
“Awalnya saya diminta oleh sopir, coba buat masakan Padang. Akhirnya saya coba. Apalagi tempat kan tidak ngontrak, modal saya keberanian saja,” ungkapnya sembari menyebut modal awal mendirikan rumah makan Padang sebesar Rp60 juta.
Harga untuk satu porsi nasi padang mulai Rp7 ribu sampai Rp20 ribu. Ada juga paket Rp10 ribu.
“Kalau harga Rp7.000 lauknya tempe, sayur, dan kuah ditambah sambel merah dan hijau. Paket komplit Rp 20 ribu berisi rendang atau lauk ayam,”sebutnya. (jay)








