
DENPASAR – Masalah kemacaten mengemuka pada pertemuan Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra dengan komponen masyarakat melalui program Jumat Curhat di Taman Inspirasi Muntig Siokan, kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, Jumat (30/12/2022).
Seperti disampaikan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragaman (FKUB) Kota Denpasar Made Arka. Ia berharap Kapolda Bali mencari solusi terbaik mengatasi kemacetan di beberapa titik. Salah satunya di kawasan Pedungan, Denpasar Selatan.
“Kemacetan sebelum Covid-19 rasanya jengkel sekali. Setelah dihantam Covid dua tahun baru sadar kalau Bali itu bergantung pada wisatawan. Kemacetan yang terjadi saat ini saya menganggapnya adalah berkah. Artinya, wisatawan sudah mulai memadati Bali. Namun, kami berharap agar ada solusi terbaik dari bapak Kapolda tentang masalah kemacetan ini,” harap Made Arka.
Menanggapi curhat Sekretaris FKUB Denpasar itu, Irjen Putu Jayan Kapolda langsung mengingatkan jajaran Satuan Lalu Lintas yang turut hadir pada kesempatan itu.
Menurut Putu Jayan, kunjungan wisatawan ke Bali sudah mulai tinggi. Ia menyebut kendaraan masuk melalui Pelabuhan Gilimanuk hampir 3.000 per hari dan dipastikan terus naik hingga menjelang akhir tahun.
“Di sinilah pentingnya kita berkolaborasi. Jika di satu titik terjadi kemacetan, tolong informasikan kepada Bhabinkamtibmas agar segera anggota Satlantas datang ke lokasi dimaksud. Di Bali ini tidak ada desa yang tidak ada Bhabinkamtibmas. Bahkan ada desa yang ada dua Bhabinkamtibmas,” kata Putu Jayan didampingi Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pemungkas dan sejumlah pejabat utama Polda Bali.
Jenderal bintang dua itu mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mematuhi peraturan lalu lintas. Setidaknya, kata Kapolda, jangan parkir di sembarang tempat.
“Karena kita ketahui Bali ini jalannya kecil. Jika bahu jalannya digunakan untuk parkir, efeknya kendaraan yang akan melewati jalan tersebut pasti akan terhambat,” tegasnya.
Kapolda juga menyoroti kemacetan di wilayah Sanur terutama jalan sekitar Grand Bali Beach (GBB) karena ramainya wisatawan yang ingin menyeberang ke Nusa Penida.
“Dahulu orang masih segan ke Nusa Penida karena kakinya basah dan sekarang berbeda. Kakinya sudah tidak basah lagi karena nyeberang melalui Pelabuhan Sanur, tapi terjadi kemacetan dan ini perlu kita koordinasikan,”ungkapnya.
Putu Jayan juga berharap kepada personel Bantuan Keamanan Desa Adat (Bakamda) untuk membantu menertibkan kendaraan-kendaraan yang parkir di bahu jalan guna kelancaran lalu lintas.
Menyikapi masalah kemacetan, Kapolresta Denpasar Kombes Bambang Yugo Pemungkas mengaku sudah mengerahkan personelnya.
“Kalau di Pelabuhan Sanur masih menjadi ranah Kementerian Perhubungan. Kalau sudah diserahkan ke Pemkot Denpasar, kami akan siapkan pos dan ini masih proses,”ungkapnya.
Sementara itu, pada program Jumat Curhat juga dihadiri Majelis Desa Adat (MDA), Bantuan Keamanan Desa Adat (Bakamda), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), mahasiswa, Banser, serta kelompok nelayan. (dum)








