
KUTA – Seiring dengan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini, sampah kiriman juga kembali banyak menepi di pesisir pantai barat Kabupaten Badung. Utamanya pada kawasan Pantai Petitenget hingga Pantai Kuta.
Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, AA Gde Dalem mengungkapkan, hingga Rabu (28/12/2022) terhitung sudah ada sekitar 58 ton sampah kiriman tertangani pada masa cuaca ekstrem. Terparah di antaranya, terjadi pada kawasan Pantai Kuta.
Ratusan personel disiagakan untuk menangani persoalan tersebut. Mereka juga dibekali mantel berwarna orange, untuk tetap bisa melaksanakan tugas sekalipun dalam situasi gerimis.
“Sekarang kami juga dibantu PUPR,” sambungnya.
Di samping personel, disiagakan pula sejumlah alat berat. Baik yang berjenis loader, eskavator, ataupun beach cleaner. Dan selain itu, tentunya juga puluhan truk pengangkut.
“Untuk pengangkutannya, ada sebagian yang dibawa ke TPST untuk dicacah. Ada pula ke Samtaku, serta TPA,” imbuhnya.
Bicara pengalaman periode sebelumnya, diungkap dia, sampah kiriman datang dengan volume tinggi pada akhir tahun. Dan kemudian untuk puncaknya, terjadi pada bulan Januari.
“Dibanding tahun lalu, periode kali ini memang cenderung maju, sehingga datangnya sampah sudah terbilang merata pada bulan November. Sedangkan jika tahun lalu, itu dia di bulan Desember. Jadi melihat hal itu, mudah-mudahan nanti selesainya juga bisa lebih maju,” harapnya. (adi/jon)








