
GIANYAR – Penemuan bayi perempuan di lahan kosong milik warga di wilayah Banjar Tegenungan, Desa Kemenuh, Sukawati, Rabu (21/12/2022), menyita perhatian publik. Parasnya yang cantik membuat beberapa warga ingin mengadopsi.
BACA JUGA : Geger ! Bayi Perempuan Tergolek di Lahan Kosong
Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Gianyar, Nurwidyaswanto mengatakan, bayi perempuan itu kondisinya sehat dan masih dalam perawatan di RSUD Sanjiwani.

BACA JUGA : Krama Tegenungan Mecaru di Tempat Pembuangan Bayi
Ditanya adanya warga yang ingin mengadopsi bayi tersebut, Nurwidyaswanto menjelaskan harus menunggu selesainya proses hukum.
“Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan siapa ibu si bayi. Jika ditemukan maka akan dikembalikan, tapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak ditemukan, maka si bayi masuk kategori anak terlantar,”jelasnya.
Proses adopsi dilakukan melalui Tim Pertimbangan Pengangkatan Anak yang berkedudukan di Dinas Sosial P3A Provinsi Bali.
“Jadi, untuk pengangkatan anak, itu ada di P3A Provinsi. Kami di Dinas Sosial hanya memberi bantuan untuk kebutuhan si bayi,” ujarnya.
“Proses awal untuk adopsi, calon orang tua angkat datang ke P3A Provinsi Bali untuk konsultasi. Kemudian, dari pihak P3A Provinsi melakukan home visit dilanjutkan penerbitan surat izin. Terakhir, ada penetapan di pengadilan,”imbuhnya.
Apabila tidak ada yang mengadopsi, maka bayi dititipkan di rumah singgah atau yayasan yang bekerjasama dengan P3A Provinsi Bali.
“Intinya, menunggu proses hukum terlebih dulu. Sebab, secara catatan sipil kan tidak boleh menghilangkan asal-usul si bayi,” tegasnya.
Terpisah, Bupati Gianyar Made Agus Mahayastra bersama istrinya, Ny. Ida Ayu Adnyani Mahayastra menjengut bayi malang yang sedang mendapat perawatan di RSUD Sanjiwani.
Kedatangannya untuk memastika si bayi mendapatkan perawatan intensif dan Mahayastra merasa prihatin dengan adanya kejadian tersebut.
Sebelumnya, bayi perempuan ditemukan seorang warga tergolek di lahan kosong di wilayah Banjar Tegenungan.
Bayi itu diperkirakan dibuang sesaat setelah lahir karena tali pusar masih melintang diperutnya. (jay)








