
KUTSEL – Naas menimpa CA, seorang anak berusia 8 tahun yang tinggal di wilayah Ungasan. Nyawanya tidak tertolong, setelah tersengat listrik bertengangan tinggi di Jalan Uluwatu.
Peristiwa terjadi ketika CA keluar rumah bersama seekor anjing peliharaannya pada Rabu (7/12/2022) sekitar pukul 06.30 Wita. Tepatnya pada titik depan warung babi guling, anjingnya kemudian kencing di sebuah tiang neon box yang ternyata menghantarkan listrik bertegangan tinggi. Listrik awalnya menyengat anjing peliharaan yang selanjutnya juga mengenai CA hingga meregang nyawa.
Yeni Kristina yang kabarnya adalah ibu kandung korban, sempat coba dihubungi untuk dikonfirmasi. Namun sayang, dia tidak memberikan tanggapan apapun, dengan alasan masih sibuk.
Sementara itu, mendengar adanya peristiwa bersangkutan, pihak Kecamatan Kuta Selatan melalui Seksi Trantib sudah langsung melakukan langkah penyikapan. Termasuk dengan melakukan komunikasi dan koordinasi bersama pemilik utilitas dan tiang neon box.
Kasi Trantib Kecamatan Kuta Selatan, Kadek Agus Alit Juwita yang kemudian dihubungi via ponsel, tidak memungkiri hal tersebut. Pun demikian soal kronologis kejadian yang beredar.
“Menurut informasi yang kami terima, ketika kejadian anak tersebut sedang berjalan-jalan bersama seekor anjing peliharaannya. Hingga di satu titik, anjingnya itu kencing pada sebuah tiang reklame yang ternyata ada setrumnya. Anjingnya mati di tempat, sementara anak itu sempat coba dilarikan ke rumah sakit,” bebernya.
Alit juga membenarkan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan mendatangi lokasi kejadian pada Kamis (8/12/2022). Koordinasi pun dipastikan telah dilakukan dengan PLN selaku pemilik utilitas kabel.
“Hasil koordinasi kami, kemarin PLN sudah turun ke lokasi melakukan perbaikan. Kabelnya yang menyentuh tiang reklame sudah dibungkus,” ungkapnya sembari mengabarkan bahwa pihak PLN juga mengaku akan datang ke rumah duka.
Di samping itu, komunikasi katanya juga telah dilakukan dengan pemilik neon box yang menyentuh kabel listrik. Itu diharapkan segera diturunkan, guna menghindari kejadian serupa.
“Ini masih kami koordinasikan agar segera diturunkan,” ungkapnya menuturkan tiang neon box yang kabarnya adalah milik dari Sosro. “Pemilik neon box juga mengaku akan segera ke rumah duka untuk berbela sungkawa,” imbuhnya. (adi/jon)








