
KUTSEL – Digital Transformation Expo (DTE) yang digelar di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), menjadi hal yang diminati serangkaian gelaran KTT G20. Seakan tidak pernah sepi, pengunjung dari berbagai intansi selalu berdatangan secara silih berganti.
Mereka yang datang, sebelumnya telah melakukan pendaftaran secara online terlebih dahulu. Ada dari instansi pemerintah, mahasiswa, hingga karyawan swasta. Dengan demikian, maka kedatangan mereka dapat diatur dalam empat hari penyelenggaraannya.
Pada zona pertama, pengunjung disambut dengan sebuah cuplikan video yang menggambarkan lahirnya era digital. Dimana dunia virtual terus bergerak menjadi sebuah kesatuan, atau disebut dengan Entrance Area-Into the New Era.
Kemudian pada zona kedua, adalah areal The Tunnel of Wonders. Di dalamnya dipertunjukkan keindahan alam Indonesia yang disuguhkan dengan teknologi visual yang imersif. Bentuknya yang berupa terowongan digital, seolah membawa pengunjung menuju lima destinasi super prioritas di Nusantara. Yaitu Likupan, Borobudur, Labuan Bajo, Danau Toba, dan Mandalika.
Selanjutnya, adalah zona tiga yang diberi nama Main Zona-The Digital Archipelago. Zona tersebut menggambarkan perjalanan transformasi digital Indonesia secara komprehensif. Yaitu visualisasi transformasi digital Indonesia yang meliputi pencapaian-pencapain Indonesia dalam empat pilar, yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, masyarakat digital, dan ekonomi digital.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mira Tayyiba mengatakan, gelaran DTE adalah mengutamakan user experience. Dan hingga Senin (14/11/2022), tercatat ada 700-an pengunjung yang sudah merasakan pengalaman dimaksud.
“Ternyata minat masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan bagaimana pengembangan transformasi digital di Indonesia,” sebutnya, Rabu (16/11/2022).
DTE, sambung Mira, sesungguhnya dirancang untuk menyampaikan bahwa transformasi digital di Indonesia sudah berada pada jalur yang tepat. Yang tidak tertinggal, dibandingkan dengan negara maju lainnya.
“Memang teknologi digital sudah menjadi keniscayaan, harus dimanfaatkan seoptimal mungkin,” tambahnya seraya berharap DTE dapat menjadi ajang penguat semangat kolaborasi dalam melaksanakan dan mewujudkan transformasi digital yang berkelanjutan. (adi/jon)








