
KARANGASEM – Warga Desa Telaga Tawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, membangun jembatan swadaya, menyusul akses jalan penghubung Banyu Campah-Kebung ambrol akibat tergerus air hujan beberapa waktu lalu.
Perbekel Desa Telaga Tawang, I Komang Muja Arsana, Minggu (30/10/2022) mengatakan, jembatan darurat dibangun hanya bersifat sementara agar bisa dilalui masyarakat.
“Jembatan darurat dibangun menggunakan pangkal pohon kelapa dan bambu. Semuanya dikerjakan secara swadaya,” jelas Muja Arsana.
Pembangunan jembatan darurat merupakan hasil rapat bersama beberapa elemen masyarakat. Seperti dari Desa Telaga Tawang, Talibeng, Celetiga, Kebung, Kebung Kauh, prajuru Desa Adat Kebung, Bhabinkamtibmas serta Babinsa dari kedua desa dinas, dan tokoh masyarakat sekitar desa.
“Hasil rapat di sepakat pembuatan jembatan darurat menggunakan pohon kelapa yang dikerjakan secara bergotong royong. Ini kami lakukan karena perbaikan jembatan permanen kemungkinan baru bisa dilakukan tahun 2023,” jelas Muja Arsana, seraya menambahkan, bahwa jembatan darurat yang dibangunnya itu hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua saja.
Sementara itu, Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, I Wayan Surata Jaya mengatakan, perbaikan jembatan itu rencananya diusulkan dalam APBD tahun 2023. Estimasi anggaran yang disiapkan untuk perbaikan itu sebesar Rp600 juta.
“Perbaikan jembatan Banyu Campah-Kebung akan kami usulkan pada APBD tahun 2023. Semoga terealisasi,” terangnya. (wat,dha)








