
DENPASAR – Hujan deras disertai banjir di wilayah hulu berdampak signifikan pada pendistribusian air bersih bagi pelanggan PDAM di Kota Denpasar.
Sumber bahan baku air bersih yang dikelola PDAM Kota Denpasar dari Tukad Ayung, tepatnya di IPA Belusung, Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, diterjang air bercampur lumpur.
Dirut Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma Kota Denpasar Ida Bagus Gede Arsana mengatakan, produksi air minum di IPA Belusung terpaksa dihentikan karena bahan baku air yang tidak bisa diolah lantaran tingkat kepekatan cukup tingggi akibat lumpur.
“Hampir 40 ribu Pelanggan PDAM di Kota Denpasar akan terganggu karena bahan air baku alami kekeruhan akibat lumpur sehingga terpaksa kita tidak produksi. Gangguan pada pelanggan di wilayah Denpasar Barat, Ubung, Peguyangan, Penatih, Siulan, karena hampir 50 persen pelanggan di Kota Denpasar bersumber di IPA Belusung,” ungkapnya.
Dari pengecekan dilakukan menggunakan alat khusus terjadi kekeruhan air baku dari aliran Sungai Ayung bercampur lumpur di IPA Belusung dengan tingkat kekeruhan air baku mencapai 16.900 NTU sehingga tidak dapat diolah.
“Normal air baku dapat diolah diangka 2500 NTU hingga maksimal 5000 NTU. Diatas 5000 NTU air tidak dapat diolah dan stop produksi,” jelas Arsana.
Kondisi air Sungai Ayung bercampur lumpur akibat situasi di hulu, yakni beberapa daerah di Bali mengalami curah hujan tinggi dan juga terjadi longsor sehingga cuaca ekstrim yang dialami saat ini sangat menggangu produksi air bersih PDAM Denpasar kepada masyarakat.
“Melalui kesempatan ini kami mohon permakluman masyarakat, khususnya pelanggan PDAM agar memahami kondisi demikian,”harapnya.
Ia menambahkan, untuk memproses air menjadi air bersih dan jernih tentunya tidak bisa serta merta langsung jernih tapi butuh proses. Beberapa lokasi yang mengalami hambatan aliran air bersih PDAM Denpasar di kawasan Kecamatan Denpasar Barat bagian utara. Untuk sementara waktu disiapkan penyediaan mobil tangki air bersih untuk pelayanan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu dalam kebutuhan air bersih.
“Kami akan terus upayakan agar warga kembali dapat menikmati air bersih,”imbuhnya.(sur)








