
KARANGASEM – Ranperda Penyertaan Modal APBD 2023 ke Bank BPD Bali dan Perumda Tirta Tohlangkir yang diserahkan eksekutif ke DPRD Karangasem sudah dibahas. Bahkan Pansus II menyepakati Ranperda tersebut secepatnya disahkan menjadi perda termasuk menyepakati nominal uang APBD yang disertakan pada dua perusahaan itu.
Kendati sudah mendapat kesepakatan, namun rapat kerja Pansus II dengan eksekutif yang dipimpin I Komang Mardana Wimbawa, pada Rabu (12/10/2022), Pansus II tetap memberikan sejumlah catatat terhadap Ranperda Penyertaan Modal tersebut, khususnya kepada Perumda Tirta Tohlangkir, yang sejauh ini pelayananya dinilai masih dikeluhkan konsumen.
“Pemerintah daerah terus penyertaan modal ke PDAM (Perumda Tirta Tohlangkir) dengan tujuan agar pelayanan kepada konsumen bisa lebih maksimal. Ini malah berbalik, modal sudah diberikan tapi pelayanannya belum menunjukkan progres yang bagus,” sentil Komang Mardana yang ditimpali anggota Pansus II lainnya, seperti I Ketut Badra dari Fraksi Golkar dan Putu Deni Suryawan dari Fraksi Gerindra.
Kebiasaan Perumda Tirta Tohlangkir menjual air yang keluar hanya angin saja, juga menjadi sorotan dalam rapat kerja tersebut. Terhadap kondisi itu, Pansus II mendesak agar Perumda Tirta Tohlangkir segera melakukan pembenahan dalam hal pelayanan kepada konsumen, terlebih perusahan plat merah itu ada rencana untuk menaikkan tarif dasar PDAM dari sebelumnya.
“Rencana kenaikan tarif dasar air PDAM sebaiknya ditunda dulu, apalagi saat ini inflasi sedang tinggi dan situasi ekonomi masyarakat sangat sulit,” imbuh Ketut Badra.
Kabag Teknik Perumda Tirta Tohlangkir, Ida Bagus Nyoman Sudirga Wisnawa, langsung menyanggah tudingan Pansus II itu. Dia mengatakan, Perumda Tirta Tohlangkir sejauh ini belum pernah menjual angin kepada konsumen. Kondisi itu sering terjadi karena ada kendala teknis, salah satunya pipa retribusi bocor yang sudah termakan usia.
“Terkait rencana menaikan tarif dasar air PDAM, itu baru berupa draf saja dan itu belum dilaksanakan. Ini terpaksa kami lakukan menyusul naiknya harga BBM yang memicu kenaikan harga-harga lainnya,” terang pria yang akrab dipanggil Gus Dirga itu.
Dalam rapat kerja itu, pihak eksekutif dipimpin Asisten II Setda Karangasem, Ida Bagus Suastika didampingi Kepala BPKAD I Wayan Ardika, dan pihak dari Perumda Tirta Tohlangkir. Di hadapan Pansus II, IB Suastika menyampaikan, tambahan penyertaan modal ke Bank BPD Bali dan Perumda Tirta Tohlangkir pada APBD 2023 masing-masing sebesar Rp1,5 miliar. (wat)








