
TABANAN – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon jenis pule di areal Pura Beten Waru, Banjar Pasekan, Desa Abiantuwung, Kediri tumbang, Senin (03/10/2022) siang. Tumbangnya pohon tua tersebut menimpa tembok penyengker dan balai banten serta gamelan.
Informasi yang berhasil dihimpun, pohon pule yang sudah tua dan lapuk tersebut tumbang sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu, wilayah tersebut sedang hujan deras disertai angin kencang. Karena sudah tua dan lapuk, pohon pule tersebut tumbang menimpa tembok penyengker dan balai banten yang di dalamnya ada seperangkat gong.
Balai penyengker sepanjang 15 meter dengan tinggi 3 meter serta balai banten ukuran 15 X 4 meter hancur akibat tertimpa pohon pule setinggi 40 meter dan diameter 5 meter. Keduanya hancur lebur, sehingga kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Kejadian tersebut mendapat perhatian warga dan segera melaporkan ke BPBD Tabanan. Kalak BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri bersama Kasi Logistik dan Kedaruratan I Putu Trisna Widyatmika bersama jajaran langsung turun ke lokasi.
Petugas bersama warga melakukan evakuasi terhadap batang pule yang cukup besar. Bahkan sampai sore , pemotongan masih dilakukan sekaligus pembersihan.
“Kami bersama tim reaksi cepat langsung turun ke lokasi membersihkan batang dan dahan pohon ketika mendapat laporan warga,” jelas Srinadha Giri.
Dia menduga , pohon sudah tua dan sedikit lapuk tersebut tumbang karena terjangan hujan disertai angin kencang.
Sementara Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia membenarkan peristiwa tersebut. Petugas juga sudah turun ke lapangan melakukan evakuasi pohon tumbang yang menimpa tembok penyengker dan balai banten Pura Beten Waru tersebut.
“Tim gabungan bersama masyarakat setempat sudah membersihkan pohon tumbang tersebut. Kerugian material sekitar Rp250 juta,” pungkasnya. (jon)








