
TABANAN – Kodim 1619/Tabanan menggelar kegiatan pembinaan komunikasi Cegah Konflik Sosial (Binkom) di Wantilan Cs.Bedha Br.Dinas Bedha Desa Bongan Kec/Kab.Tabanan, mengusung tema “Sinergitas Komponen masyarakat dalam mencegah konflik sosial”, kamis (29/9/2022).
Kegiatan pembinaan komunikasi kali ini dipimpin Asisten Intelijen Kasad yang diwakili Kabagopsan Satlak Sandi Pussansiad Letkol Chb Adi Susanto bersama Tim dari Staf Intelijen Markas Besar Angkatan Darat.
Letkol Chb Adi Susanto, menyampaikan tiga hal penekanan yang perlu sama – sama pedomani dari Asisten Intelijen Kasad. Segenap komponen bangsa selalu bekerja sama menjaga persatuan dan kesatuan di tengah – tengah situasi yang sedang dilanda berbagai permasalahan. Segera Laporkan kepada pihak yang berwenang apabila terdapat hal-hal yang mengarah pada potensi konflik di sekitar tempat tinggal masing–masing, sehingga upaya preventif dapat ditempuh guna menghindari kerugian.
“Ikuti kegiatan dengan motivasi, dengan semangat tinggi, manfaatkan dengan sebaik–baiknya kegiatan ini serta jadikan sebagai wahana untuk mendiskusikan solusi terhadap persoalan di wilayah,” tegasnya.
Adi Susanto juga menambahkan, kegiatan binkom ini dilaksanakan yang intinya untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya konflik di wilayah khususnya di Kabupaten Tabanan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat yaitu masyarakat sipil, pihak kepolisian maupun militer.
“Sehingga dengan adanya kegiatan ini apabila terjadi konflik sosial kita memiliki upaya preventif baik itu sebelum, saat terjadi dan pasca terjadi konflik.tegasnya.
Sebelumnya, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto, mengucapkan selamat datang kepada Ketua Tim dari Mabesad Letkol Chb Adi Susanto beserta rombongan. Dandim mengatakan, kegiatan Binkom ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua.
“Termasuk bagaimana meningkatkan peran kita bersama masyarakat dalam mencegah terjadinya konflik sosial, jikapun terjadi maka kita harus dapat menyelesaikan masalah konflik sosial yang ada di lingkungan sekitar kita secara baik dengan harapan tidak akan terjadi lagi,” jelas Dandim.
Lebih lanjut dikatakan, pentingnya kegiatan ini untuk dilaksanakan dan menjadi atensi dari Komando, mengingat masih banyak personel Intelijen yang belum memahami secara baik dan benar serta perlu adanya bimbingan komunikasi cegah konflik sosial bagi insan Intelijen.
“Kegiatan ini sangat penting, karena merupakan kebutuhan organisasi dalam rangka deteksi dini, cegah dini dan mengasah ketajaman dalam menganalisa, mengantisipasi setiap perkembangan yang terjadi, agar dapat menjadi insan Intelijen yang semakin profesional,”tegasnya
Dandim menambahkan, oleh karena itu diharapkan dengan kegiatan binkom ini, semakin dapat meningkatkan kemampuan atau kualitas insan Intelijen dalam menyikapi setiap perkembangan yang mungkin terjadi di wilayah Kodim 1619/Tabanan, yang memiliki potensi terjadinya konflik sosial sangat banyak dan beragam.
Sebagai contoh kondisi Pandemi Covid-19 dan virus PMK pada hewan ternak bila tidak ditangani dengan baik bisa saja menimbulkan konflik sosial. Contoh yang lainnya dalam beberapa waktu kedepan di Kabupaten Tabanan akan melaksanakan pemilihan kepala daerah. Jika terjadi pelanggaran atau kecurangan dalam pelaksanaannya maka memungkinkan munculnya sengketa atau konflik yang nantinya bisa mengganggu stabilitas dan kondusifitas wilayah.
“Itu sebagai suatu contoh yang ada di hadapan kita, belum lagi konflik – konflik sosial lainnya yang bisa didasari karena adanya pertentangan di bidang ideologi, ekonomi, sosial budaya, adat istiadat atau kepentingan lainnya,” sebutnya.
Dandim berharap, kegiatan ini setidaknya bisa menjadi bekal buat kita untuk menambah pengetahuan dan wawasan tentang pembinaan komunikasi cegah konflik sosial yang tentunya sesuai dengan tema kegiatan kali ini yaitu “Peran Seluruh Komponen Masyarakat Dalam Mencegah Konflik Sosial”.
Kepada seluruh peserta binkom agar mengikuti kegiatan ini dengan baik, bertanggung jawab dan bersungguh-sungguh untuk benar-benar menyimak apa yang disampaikan oleh narasumber dalam menyajikan materi yang diberikan.
“Tanyakan hal-hal yang sekiranya belum dipahami serta setelah mengikuti kegiatan ini para peserta dapat mempedomani dan bisa diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari yang nantinya mampu meningkatkan kualitas kinerja bidang Intelijen untuk semakin optimal yang bermuara mampu mendukung tugas pokok satuan dan kepentingan masyarakat banyak,”pungkasnya. (jon)








