
TABANAN – Pemindahan Patung Bung Karno di Catus Pata Kediri ke Taman Kota Tabanan telah dimulai. Tim teknis dari Studio Nyoman Nuarta (SNN) sudah ada di Tabanan dan mulai melakukan pembongkaran patung yang sempat jadi polemik ini. Sebelumnya Patung rencananya akan ‘dimutilasi’, namun keterangan dari tim teknis hanya akan memotong bagian bentuk kain di bawahnya saja.
Pantauan di lokasi, ada empat orang tim teknis dari Studio Nyoman Nuarta (SNN) mulai melakukan pembongkaran patung. Tiga orang pekerja nampak sudah mulai memasang tali untuk mengikat dan mengangkat patung dari tatakannya. Namun sebelumnya, akan dilakukan pemotongan dengan las pada bagian yang diperlukan. Sementara pekerja yang mempersiapkan tatakan Patung Wisnu Murthi juga juga terus bekerja.
Ditemui di lokasi, pengawas pemindahan patung Bung Karno , I Wayan Sugiardana menyebutkan pihaknya hanya akan melakukan pemotongan bagian kain yang turun menutupi beberapa bagian tatakan. Sementara patung Bung Karno seberat 4,5 ton secara keseluruhan tidak akan dipotong-potong untuk memudahkan dalam proses pemindahan.
“Awalnya memang sempat mau memotong bagian tangan yang menunjuk. Karena akan dibawa dengan truk terbuka plat deck dan patung ditidurkan, tentu tidak mengganggu termasuk kabel, makanya tidak ada pemotong bagian patung, hanya bagian bentuk kain di bawahnya, agar saat ditempatkan sementara di taman kota tidak terbentur, sampai dipasang kembali,” jelasnya.
Pihaknya hanya akan memotong bentuk kain bagian bawah saja, agar mudah ditempatkan sementara. Untuk bisa memasang tali dalam memudahkan menarik dan mengangkat, pihaknya akan melubangi pada bagian kedua Pundak. Bagian pundak akan dilubangi dengan ukuran sekitar 20X20 CM untuk memudahkan memasukan dan memasang tali.
“Pembuatan lubang itu hanya untuk memudahkan memasang tali, agar mudah ditarik dan diangkat dengan crane untuk dinaikkan ke truk pengangkut,” sebutnya.
Untuk pemotongan bagian bawah bentuk kain serta melubangi bagian pundak, pihaknya memang memerlukan tenaga listrik yang besar sekitar 6000 watt untuk kompresor dan mesin plasma cutting. Untuk pemotongan itu tak perlu waktu lama, segera bisa diselesaikan.
“Untuk mengangkat patung dari tatakan ke truk dan sebaliknya ketika tiba di Taman kota tidak masalah, karena sudah disediakan crane kapasitas 25 ton. Sementara patung beratnya sekitar 4,5 ton saja. Sesuai waktu yang diizinkan, pemindahan rencananya Kamis (8/9/2022) besok pukul 23.00 Wita ( malam ini) mempertimbangkan kondisi arus lalu lintas. Kalau nanti tatakannya sudah selesai, kami juga yang akan memasang kembali di Taman Bung Karno,” pungkasnya. (jon)








