
KUTSEL – Pelebaran jalan Terompong masih belum usai hingga saat ini. Namun demikian, pihak Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) tetap optimis bahwa proyek tersebut bisa rampung tepat waktu.
Seperti diketahui, pelebaran Jalan Terompong atau disebut juga Jalan Nusa Dua Selatan, merupakan salah satu pekerjaan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut hajatan internasional KTT G20 nanti. Melancarkan rencana tersebut, sejumlah lahan telah dibebaskan dan dilanjutkan dengan pembongkaran bangunan di atasnya.
Kepala Satker PJN Wilayah III Provinsi Bali, I Nyoman Yasmara mengungkapkan, untuk sementara ini pekerjaan tersebut masih belum bisa dilanjutkan dengan pengaspalan. Karena ada sejumlah utilitas fiber optik milik provider internet yang belum dipindahkan. Koordinasi masih sedang dilakukan, untuk mempercepat proses pemindahan dari awalnya bergelantungan, menjadi masuk ke dalam ducting bawah tanah.
Jika nantinya semua utilitas telah berada dalam duckting, maka kata dia, baru bisa ditindaklanjuti dengan pembongkaran terhadap tiang-tiang penyangganya. Setelah bersih, maka pengaspalan bisa dimulai, termasuk pula pembuatan padestrian.
“Jadi ini sangat tergantung pemilik utilitas,” ungkapnya.
Namun demikian, Yasmara meyakini bahwa pekerjaan tersebut bisa selesai tepat waktu. Tepatnya yakni pada 15 Oktober 2022 nanti. Bahkan dirinya mengaku akan tetap berupaya agar itu bisa rampung mendahului, yaitu pada akhir bulan September ini.
Target pada akhir September itu, sambung Yasmara, sesungguhnya diberlakukan untuk seluruh pekerjaan kaitan menyambut KTT G20. Termasuk di dalamnya yakni pekerjaan Preservasi dan Landscape (Jalan Simpang Pesanggaran, Jimbaran, dan Nusa Dua) yang progresnya sudah 75 persen, serta penataan Bundaran Simpang Tugu I Gusti Ngurah Rai dengan progres 98 persen. (adi/jon)








