
TABANAN – Proses pemindahan atau relokasi patung proklamator Indonesia, Bung Karno di Catus Pata Kediri sudah mulai dilakukan. Nampak sejumlah pekerja sedang memberihkan tanaman di taman yang ada di bagian bawah. Sementara untuk pemindahan patung masih menunggu tim teknis dari Maestro Nyoman Nuarta.
Pantauan di lapangan, sejumlah pekerja membersihakn tanaman yang ada di taman tatakan Patung Bung karno. Semua tanaman hias yang tumbuh subur ditebang dan ada yang dipindah. Kini tatakan patung tersebut sudah nampak bersih menunggu proses relokasi patung Bung Karno ke Taman Kota Tabanan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan I Made Dedy Dharmasaputra mengatakan, pengerjaan itu dilakukan sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati pada pekan ke dua bulan September ini.
“Pengerjaan tahap awal membuat space alat yang digunakan untuk memindahkan patung. Dan sekalian, juga dilakukan pembersihan tanaman di areal tersebut. Memang membongkar taman dan bawahnya,” ucapnya.
Dijelaskan, pihaknya belum sepenuhnya akan melakukan pembongkaran. Pihaknya masih menunggu tim dari pematung Nyoman Nuarta. Nantinya, dalam pembongkaran ini ada dua tahap pekerjaan, yakni pembongkaran dan pemasangan papan proyek.
“Nantinya patung Bung Karno akan dipindahkan sementera di sudut lapangan taman kota Tabanan, menunggu rampungnya pembuatan tatakan di sudut barat laut taman,” jelasnya.
Ditambahkan, nanti setelah patung Bung Karno dipindahkan, baru dilakukan penatana Catus Pata Kwediri untuk pembuatan tatakan Patung Wisnu Murthi yang kan dipasang kembali di lokasi tersebut. patung Wisnu Murthi setinggi 6 meter dengan tatakan setinggi tiga meter. Khususnya untuk taman hanya akan dibuat setinggi 80 CM dengan diameter 10 meter, agar lalau lintas arah berlawanan terlihat. selain itu, diameter juga dikurangi 2,70 meter menjadi 10 meter, sehingga memudahkan manuver kendaraan terutama kendaraan besar.
“Jadi buat tatakan dulu terus dipasang baru nanti yang di Catus Pata akan dibangun patung Wisnu Murthi,” pungkasnya.(jon)








