
DENPASAR – Tidak ada raut penyesalan di wajah Nova Sandi Prasetia (31) dan Rahman (31)—pelaku pembunuhan karyawan bank Gusti Agung Mirah Lestari (42) yang jenazahnya ditemukan di got kawasan hutan Klatakan, Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana, Selasa (23/8/2022) pagi.
Saat dihadirkan dalam jumpa pers depan Gedung Direktorat Reskrimum Polda Bali, Senin (29/8), kedua tersangka menjawab pertanyaan wartawan dengan tenang.
“Saya berhubungan (pacaran) sama korban dari 24 Juli lalu. Diperkenalkan oleh teman dikasikan nomornya,”ucap Nova yang diketahui berstatus duda ini.
Pria asal Jawa Barat yang selama di Bali tinggal di daerah Gianyar ini sudah merencanakan pembunuhan terhadap perempuan kelahiran Kelurahan Tengah, Tangeb, Abianbase, Badung, yang berstatus cerai mati tersebut.
Awalnya, Nova menghubungi Rahman dan menyampaikan sedang butuh uang.
“Rn (Rahman) ini sedang berada di Malaysia. Dia bekerja sudah empat bulan di salah satu kebun kelapa sawit di daerah Serawak. Keduanya sudah berkawan lama saat di Pontianak dan sering telponan,”ungkap AKBP Endang Tri Purwanto.
“Ayo, apa yang bisa kita uangkan,”ungkap AKBP Endang Purwanto mengutip pengakuan Rahman saat dihubungi oleh Nova.
Nova bercerita kekasihnya punya mobil Brio DK 1792 FAL. Dari situlah akhirnya mereka menyusun skenario untuk menguasai kendaraan almarhum. “Setelah mematangkan rencana, Rn berangkat dari Malaysia kemudian menemui NSP (Nova-red) di Gianyar,”bebernya.
Pada Minggu (21/8/2022), Nova merayu Agung Mirah agar mau jalan-jalan menggunakan mobilnya. Perempuan asal Buduk, Mengwi, Badung itu mengiyakan ajakan tersangka. “NSP mengemudikan mobil dan korban duduk di sampingnya. Sedangkan posisi Rn (Rahman) berada di belakang korban,”ungkapnya.
Dari belakang, Rahman mencekik leher korban menggunakan tali tas yang dibawanya. Bahkan, kepala perempuan itu juga sempat dibenturkan ke dengkul tersangka di sela-sela jok hingga akhirnya meregang nyawa.
“Udah cak, awakmu konsentrasi ae (sudah, kamu konsentrasi mengemudi saja,”ucap Rahman kepada Nova ketika mengeksekusi korban.
“Korban dicekik selama perjalanan dan diduga dilakukannya di daerah Jimbaran karena kedua pelaku juga belum begitu mengetahui wilayah Bali. Dugaan diperkuat karena korban sempat mengirim chat terakhir kepada keluarganya sedang jalan-jalan di Jimbaran,”ungkap AKBP Purwanto.
Memasuki kawasan hutan Klatakan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Sumbersari, Desa Melaya, Jembrana, Rahman meminta Nova menepikan kendaraan. “Saya keluar mobil dan membuka pintu sebelah kiri. Setelah terbuka, dia (Rahman) menyuruh saya masuk lagi. Kemudian, dia seorang diri menyeret jenazah korban kemudian dibuang di selokan,”ungkap Nova dengan kedua tangan diborgol.
Sementara itu, korban saat diajak tersangka Nova keluar jalan-jalan mengaku ke anaknya mau membeli perlengkapan sarana upakara memukur almarhum suaminya, Minggu (21/8/2022) sekitar pukul 10.00 WITA. Namun, sampai malam, Agung Mirah tak kunjung pulang serta ada kabar lagi.
Pihak keluarga melaporkan hilangnya Agung Mirah, Senin (22/8/2022) ke Polres Badung hingga pada Selasa (23/8) mendapat informasi temuan jenazah di Jembrana. Pihak Keluarga langsung berangkat ke RSUD Jembrana.
Setelah memastikan Agung Mirah menjadi korban pembunuhan, Tim Resmob Polda Bali dan Satreskrim Polres Jembrana memburu pelaku hingga akhirnya tertangkap di Lampung. (dum)








