
TABANAN – Adanya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Banjar Demung Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Tabanan, Dinas Pertanian juga sudah mendapatkan sekitar 12.000 vaksin untuk diberikan kepada ternak di hampir 10 Kecamatan di Tabanan. Bahkan, dari total populasi sebanyak 39 ribu lebih, ada sekitar 855 sapi yang harus divaksin booster.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan, drh. Gede Eka Parta Ariana mengatakan, vaksinasi booster merupakan vaksinasi ulangan terhadap sapi-sapi di Tabanan. Sebanyak 855 sapi itu akan divaksin ulang (booster), juga sebagai dukungan ketahanan pangan menjelang KTT G20 mendatang. Harapannya agar ternak tidak terpapar karena virus itu yang masih belum seratus persen musnah.
“Sebanyak 855 sapi kami vaksin ulang, untuk meningkatkan kekebalan maksimal dan mendukung ketahanan pangan di KTT G20 mendatang,” ucapnya, Minggu (21/8/2022).
Dikatakan, vaksinasi booster sendiri dilakukan pada ternak di sejumlah Kecamatan. Di Kecamatan Kediri ada 167 ekor, Marga 390 ekor, Pupuan 38 ekor, Selemadeg 79, Selemadeg Barat 181 ekor. Vaksin booster ini juga sebagai bentuk perlindungan pada ternak. Apalagi, vaksin PMK sesuai SOP harus dilakukan pengulangan lagi empat minggu dari vaksin pertama.
“Kalau tidak dibooster sama dengan rugi melakukan vaksin pmk pertama tidak ada artinya,” tandasnya.
Dijelaskan, untuk capaian vaksinasi total dari jumlah vaksin/dosis sebanyak 12.000, di Tabanan sejauh ini sudah sekitar 9.944 yang digunakan. Terdiri dari 9.089 vaksin dosis pertama dan 855 booster. Sedangkan 9.944 dosis vaksin yang terpakai itu, terdistribusi merata di 10 Kecamatan di Tabanan.
“Untuk booster pasti akan merata. Namun kami lakukan bertahap sesuai kondisi di lapangan,” sebutnya.
Dukungan vaksinasi sendiri juga dilakukan anggota kepolisian, seperti yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Marga dalam rangka mendukung Ops Bina Waspada Agung 2022, Sabtu (20/8/ 2022) pukul 10 30 Wita. Anggota kepolisian melaksanakan edukasi dan pemantauan di wilayah Desa binaannya di kecamatan Marga.
Kapolsek Marga AKP I Wayan Suta Arcana, mengatakan, dari pemantauan anggota Bhabinkamtibmas di lapangan ternak sapi milik I Wayan Sugitayasa tidak sesuai dengan ciri-ciri terjangkit PMK. Namun demikian, pihaknya tetap menghimbau agar masyarakat tetap waspada, kepada pemilik sapi supaya selalu memonitor keadaan ternaknya, menjaga serta merawat kebersihan kandang.
“Kami imbau juga memberikan vitamin dan porsi makannya ditambah juga selalu berkoordinasi dengan Petugas Lapangan UPTD Peternakan untuk upaya pencegahan PMK seperti pemberian obat, suplemen, vaksinasi dan pencegahan lainnya,” ungkapnya.
Selain itu, anggota Bhabinkamtibmas juga diarahkan untuk memberikan imbauan yang sama kepada para penjual ternak kambing dan penjual sapi selalu waspada dan menjaga kebersihan dan kesehatan ternak yang akan dijual. Tak kalah penting koordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama melakukan pemeriksaan kesehatan ternak.
“Kami imbau jangan dulu mendatangkan ternak dari luar Kabupaten Tabanan,” katanya. (jon)








