
BADUNG – Sepasang patung Angsa Putih raksasa kini berdiri megah serta menjadi ikonik Bendungan Tamblang, Buleleng. Patung setinggi 11 meter dengan bentangan sayap sekitar 9 meter tersebut menyambut ramah di pintu masuk menuju Bendungan, Desa Tamblang, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng.
https://senimanpatungdibali.com/
Dua patung angsa baru saja selesai digarap oleh seorang seniman patung kreatif I Ketut Putrayasa, asal Banjar Tandeg, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.
Melibatkan 30 orang pekerja, patung yang dikerjakan lima bulan tersebut digadang-gadang menjadi patung angsa terbesar di Indonesia. Konsep patung angsa permintaan SNVT Pembangunan Bendungan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWS) tersebut, menggunakan kontruksi beton bertulang, dengan posisi angsa diletakan saling berhadapan pada pintu masuk menuju bendungan Tamblang.
Tampil elegan, cantik dan mempesona, warna angsa putih dengan ornament hiasan warna kuning keemasan, symbol mahluk yang disucikan dalam mitologi Hindu. Konsep pembuatan patung angsa ini lebih mengutamakan nilai-nilai kearifan local dan tetap mempertimbangkan bentuk dan estetikanya. Proyek bendungan ini merupakan proyek strategis nasional (PSN) itu, diproyeksikan juga untuk menjadi tujuan wisata favorit di Bali Utara.
Saat dikonfirmasi, Senin (8/8/2022), seniman I Ketut Putrayasa mengungkapkan rasa syukurnya patung ini selesai tepat waktu sesuai target yang ditetapkan.
“Angsa ini bagian dari tiga patung yang akan berdiri di wilayah Bendungan Tamblang, yakni selain patung angsa, ada pula pembuatan patung burung Jalak Bali yang juga sudah rampung, dan satu patung Dewi Danu masih dalam tahap perencanaan,” kata seniman lulusan ISI Denpasar itu.
Ia menjelaskan, untuk pembangunan patung Dewi Danu dengan tinggi 20 meter akan berada di lokasi yang sama di wilayah dekat bendungan. “Dan juga akan menjadi patung Dewi Danu tertinggi di Bali dan Indonesia,” ungkapnya.
Menurut pria berambut panjang itu, dalam kepercayaan Hindu, Angsa (Dewanagari: हंस;IAST: haṃsa) adalah salah satu awatara (inkarnasi) Wisnu yang disebut dalam kitab Bhagawatapurana. Angsa merupakan salah satu awatara yang muncul pada zaman Satyayuga atau zaman kebajikan.
Dua buah patung anggsa yang dimuliakan ini menjadi element esthetic dan di tempatkan pada sisi kiri dan kanan, menjadi pintu gerbang utama (mine gate) bendungan Tamblang – Sawan Singaraja Bali.
“Pada umumnya kehadiran bendungan hanya berfungsi sebagai penampung air, namun bendungan Sawan-Tamblang juga menghadirkan aspek -aspek non formalnya, salah satunya aspek estetikanya, maka dari itu bendungan Sawan – Tamblang merupakan bendungan percontohaan serta bendungan terindah di Indonesia dengan pemandangan gunung dan bukitnya yang memukau,” bebernya.
Putrayasa menambahkan, tantangan membangun patung berskala besar adalah faktor alam. Proses pengecoran serta risiko angin menjadi pertimbangan matang.
“Saat membangun, alam menjadi penentu keberhasilan patung ini bisa diselesaikan hingga tuntas, pasalnya, kendala di lapangan terkadang hujan dan angin kencang sangat berisiko bagi keselamatan serta pemasangan material patung,” tandasnya.
Seniman yang beberapakali menghelat pameran bersama, terutama pameran instalasi di ruang publik, baik di dalam negeri maupun luar negeri ini mengaku senang dipercaya untuk menggarap patung yang akan menjadi kebanggaan Bali Utara itu.
“Semoga dengan karya ini, saya berharap tempat ini menjadi ruang rekreasi baru dan bermanfaat terutama bagi warga masyarakat, Tamblang dan sekitarnya,” tandasnya. (sur)








