
DENPASAR – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara meluncurkan tiga inovasi pasar rakyat yakni 16 Pasar Sehat, Inovatif, Aman Pakai (SIAP), yaitu penggunaan transaksi QRIS, aplikasi Sewaka Mart (Belanja Online) dan Parkir Digital Cashless Payment, Senin (1/8/2022).
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara langsung berbelanja menggunakan QRIS, bertransaksi di Sewaka Mart dan membayar retribusi parkir menggunakan Kartu Parkir Digital Cashless Payment.
Direktur Utama Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata mengatakan, Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar merupakan Perusahaan yang mengelola 16 Unit Pasar, Unit Bina Usaha, dan Unit Parkir. Sehingga, dengan mengelola unit – unit pasar diharapkan mampu menjaga dan merawat fasilitas bangunan pasar, pedagang dan aktivitas sosial lainnya. Tak hanya itu, lebih jauh mampu berkontribusi memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar.
“Dari 16 pasar hampir 30 persen para pedagang telah menggunakan QRIS, sedangkan khusus di Pasar Badung hampir 80 persen menggunakan QRIS, sedangkan aplikasi Sewaka Mart Online, baru berjalan tiga bulan dijalankan animo konsumen cukup bagus, melalui aplikasi ini para pembeli bisa dilayani secara online, kita di pengelola membantu menjualkan barang pedagang dengan harga yang bersaing di pasar manapun, “ ungkap Wiranata.
Aplikasi ini dikelola bukan saja bergerak di bidang usaha menjualkan barang pedagang, selain itu Perumda juga sebagai usaha yang bergerak dibidang distributor, menjualkan barang kepada pedagang. Usaha ini dicetuskan guna mengontrol harga-harga barang, sekaligus bisa melakukan operasi pasar. “ Melalui usaha distribusi barang kita langsung ke hulu, menyalurkan hasil atau produk para petani, peternak, sentra produksi agar harga-harga bisa dikendalikan,” tandasnya.
Sementara itu terkait, Digital Cashless Payment Parkir, telah diberlakukan di Pasar Badung, selanjutnya akan diterapkan di pasar lainya yang telah dilengkapi pintu atau gate parkir, seperti Pasar Cokro, Pasar Anyar Sari, Pasar Sangglah. “Intinya melalui digital parkir, manfaatnya dari sisi kecepatan pengunjung keluar masuk lebih simple, hanya menggunakan kartu e-tol juga bisa diberlakukan,” tegasnya.
Meski di masa pandemi, terkait perkembangan pendapatan Pasar Perumda Sewaka Dharma diakui alami sedikit peningkatan. Menurut Gus Wiranata, tahun 2022 PD Pasar menargetkan 47 miliar, namun kalau dilihat dari data hingga Juli 2022 masih mengalami kekurangan penerimaan dari target yang seharusnya diterima, alasanya karena masih ada tunggakan para pedagang. “Maklum karena masa pandemi, ada beberapa pedagang masih nunggak, hingga Juni target pendapatan baru masuk 40 persen,” jelasnya.
Sementara itu, serangkaian peringatan HUT ke-28 Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar di Plaza Pasar Badung, selain dihadiri Walikota Jaya Negara juga tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma, Pimpinan OPD.
Walikota Jaya Negara mengatakan, pasar rakyat merupakan salah satu penggerak penting ekonomi kerakyatan. Karenanya, Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Pemerintah Pusat terus berupaya melakukan pembangunan, pemberdayaan dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat.
“Penerapan digitalisasi pasar rakyat merupakan bagian dari adaptasi kehidupan era baru yang kini telah memberikan kemudahan dalam bertransaksi,” jelasnya
Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho memberikan apresiasi atas kecepatan Kota Denpasar dalam mewujudkan digitalisasi pasar. Hal ini tentunya tidak lepas dari dukungan pemerintah yang disertai dengan sinergitas antar lini yang solid.
“Tentu kami sangat apresiasi atas kecepatan Kota Denpasar dalam mewujudkan digitalisasi pasar rakyat, dan kali ini sudah sukses dimulai di 16 pasar dibawah naungan Perumda Pasar Sewakadarma Kota Denpasar,” ujar Trisno Nugroho. (sur)








