
DENPASAR – Usulan perubahan nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar telah diusulkan sejak beberapa tahun lalu oleh pemerintah Provinsi Bali. Bahkan pembahasan tersebut pernah dibahas di DPRD Bali oleh Komisi IV sebagai leading sektor. Usulan perubahan nama RSUP Sanglah, baru mendapat persetujuan dari Kemenkes RI menjadi RS Prof. Dr. IGNG Ngoerah.
Perubahan nama RSUP Sanglah tersebut merupakan kewenangan pusat atas dasar usulan dari Pemerintah Provinsi Bali. Lantas, apa tanggapan keluarga almarhum Prof.Dr. IGNG Ngoerah yang saat ini duduk di DPRD Bali Anak Agung Ngurah Adhi Ardhana.
Politisi PDIP yang juga Putra bungsu Prof. Dr. IGNG Ngoerah, menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah menghargai almarhum atas jasa serta pengabdian almarhum ayahnya sebagai penggagas berdirinya RSUP Sanglah Denpasar.
“Mewakili keluarga besar, tityang (saya,red) menyampaikan ucapan terimakasih sebesar-besarnya kepada pemerintah RI. Dalam hal ini Kementerian Kesehatan yang telah menghargai jasa pengabdian orang tua kami, Ida Betara Prof.Dr. IGNG Ngoerah sebagai nama baru RSUP,”ujarnya, Kamis (14/7/2022).
Politisi PDIP dari Puri Gerenceng, Denpasar ini juga menyampaikan Terima kasih juga kami sampaikan kepada Gubernur Bali, DPRD Bali yang telah mengusulkan serta merekomendasikan beliau kepada kementerian kesehatan dan juga Walikota Denpasar yang selama ini telah pula memberikan dukungannya.
Harapan kedepan dengan pergantian nama RSUP Sanglah menjadi RS Prof Ngoerah (RSPN) dapat memberikan arah serta gerak organisasi sesuai semangat pengabdian Prof Ngoerah selama masa hidupnya, selalu belajar dan bekerja untuk masyarakat dan dunia kedokteran pada khususnya.
Adhi Ardhana juga menceritakan perjalanan beliau dari masa sebelum kemerdekaan hingga merdeka. Beliau turut ambil bagian dalam perjuangan mahasiswa asrama prapatan 10 Jakarta (asrama mahasiswa ika daigaku, kedokteran) yang saat itu dikenal sebagai asrama yang paling progresif mendukung dan mendorong Bung Karno sesegera mungkin menyampaikan Proklamasi Kemerdekaan.
Almarhum yang juga ayahnya, merintis dan mengabdi di RS Provinsi Bali tahun 1955-1956 hingga saat diresmikan sebagai RS. Sanglah pada tahun 1959.
“Beliau juga menjadi Rektor Udayana tahun 70-an,”ujarnya.
Adhi Ardhana menambahkan, dengan pergantian nama RSUP Sanglah nanti, Adhi Ardhana yang Ketua Komisi III DPRD Bali, berharap RS ini nantinya dapat memberikan arah serta gerak organisasi sesuai semangat pengabdian Prof.Dr. IGNG Ngoerah selama hidupnya.
“Selalu belajar dan bekerja untuk masyarakat dan dunia kedokteran pada khususnya,”pintanya.
RS yang digagas almarhum diharapkan menjadi rumah sakit yang berkompeten dan mampu menjawab tantangan dunia medis. Sebab dinilai RSUP Sanglah setelah berganti nama bisa menjadi lebih baik lagi, mengingat sekarang ini RSUP Sanglah telah memiliki manajemen yang sangat bagus. Adanya perubahan nama ini, diharapkan mampu memotivasi manajemen yang ada. Disamping memang diperlukannya dukungan dari pemerintah.
Seperti diketahui perubahan nama tersebut menjadi RS Prof.dr. IGNG Ngoerah disebabkan Prof.Dr. IGNG Ngoerah adalah dokter pertama yang merintis dan membantu di RSUP Sanglah. Prestasinya luar biasa dan patut mendapat penghargaan atas jasa dan pengabdiannya. Beliau adalah dokter spesialis pertama keturunan Bali dan spesialis saraf pertama di Bali. (arn/jon)








