
DENPASAR – Pengurus anyar Pengprov FORKI Bali periode 2022-2026 bakal dihadapkan pada tantangan berat terutama pada PON XXI/2024 mendatang di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Tantangan berat itu tak lain yakni mempertahankan dua medali emas yang diraihnya pada PON XX/2020 lalu yang digelar tahun 2021 di Papua lalu.
Hal itu diutarakan Ketua Umum FORKI Bali Armand Setiawan usai Pengukuhan dan Rakerprov FORKI Bali yang dihadiri langsung Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Kawasan Sanur, Kamis (30/6/2022).
“Mempertahankan dua emas yang diraih di PON XX/2021, Papua cukup berat. Berangkat dari semua itu kami sempat melakukan talent scouting ke beberapa kejuaraan, guna melihat karateka-karate potensial,” kata Armand Setiawan.
Selain itu, juga saat ini dihadapkan kondisi salah seorang karateka putri peraih medali emas di dua PON berturut-turut yakni Cok Istri Agung Sanistyarani atau Coki yang masih belum bisa ditentukan dalam waktu dekat ini. Pasalnya, usianya sudah memasuki batas yang sudah ditentukan di PON XX/2024, Sumut-Aceh.
“Belum ada info apakah Coki pensiun atau tidak meskipun sudah melewati batas umur. Tapi dari kabar dirinya bisa memperoleh wild card,” tegas Armand Setiawan.
Sebagai upaya mengantisipasi semua itu, karateka Bali yang turun di Kejurnas pada Oktober 2022 di Padang, Sumatera Barat, bakal dipantau. Diharapkannya di even itu, banyak karateka muncul walaupun tidak dibebani apakah Bali harus menjadi juara umum atau tidak.
“Sebelumnya sudah kami pantau para karateka saat KKI dan Inkanas menggelar kejuaraan. Nanti juga Lemkari akan menggelar kejuaraan serupa. Juga akan kami pantau,” urai Armand.
Tak hanya itu, dirinya juga akan memantau hasil karateka Pulau Dewata yang akan bertarung di Renzo International Open Karate Championship 2022 yang berlangsung mulai Kamis (30/6/2022) sampai Minggu (3/7/2022) di GOR Ciracas, Jakarta Timur. (ari/jon)








