
DENPASAR – Presiden Jokowi berhalangan hadir untuk membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-44 pada Minggu (12/6/2022).
”Presiden berhalangan hadir dan PKB dibuka Mendagri (Tito Karnavian) di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. I Gede Arya Sugiartha saat menggelar jumpa pers, Jumat (10/6/2022).
Perhelatan PKB ke-44 mengangkat tema “Danu Kerthi – Huluning Amreta”, Memuliakan Air Sumber Kehidupan”. Pembukaan diawali dengan pawai di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Bajra Sandi Renon pada pukul 14.00 WITA dilanjutkan pembukaan di Gedung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar pada pukul 19.00 WITA.
Pembukaan diisi tari baris anak-anak “Bandana Manggala Yudha” dan Rekasadana Sendratari “Catur Kumba Mahosadhi”, mengangkat kisah Ratu Ayu Mas Membah yang merupakan garapan kolaborasi ISI Denpasar dengan Sanggar Seni Usadhi Langu.
Meskipun dilaksanakan secara langsung, pembatasan pengunjung masih berlaku. Bagi masyarakat yang ingin menonton langsung di Ardha Candra diwajibkan mengenakkan pakaian adat.
“Ini perintah langsung dari Pak Gubernur Wayan Koster. Apabila penonton tidak menggunakan pakaian adat, mohon maaf petugas kami tidak akan mengizinkan masuk ke Gedung Ardha Candra,” tegas Prof. Sugiartha.
“Selain undangan sebanyak 300 orang, penonton yang bisa masuk maksimal 4.000 orang dari 8.000 kapasitas panggung dengan tetap memberlakukan prokes, mendapatkan vaksin tiga kali dan memiliki aplikasi PeduliLindungi,” ujar I Gede Arya Sugiartha.
PKB tahun ini melibatkan 16.150 seniman dan 200 sanggar, sekaa serta komunitas seni. Sedangkan peserta pawai 25 grup dari Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota, Lembaga Pendidikan, Instansi Pusat dan Daerah, BUMN/BUMD, dan Komunitas/Yayasan seni.
“Para peserta pawai ini sebagai partisipasi murni. Mereka memakai biayai sendiri,”ujar mantan Rektor ISI Denpasar ini.
Materi pokok adalah Peed Aya (Pawai), Rekasadana (Pergelaran), Utsawa (Parade), Wimbakara (Lomba), Kandarupa (Pameran), Kriyaloka (Lokakarya), Widyatula (Sarasehan), dan Adi Sewaka Nugraha (Penghargaan Pengabdi Seni). Pelaksanakan PKB tahun 2022 ini dilaksanakan secara langsung atau dipentaskan di panggung bukan melalui virtual.
“Karena itu, pawai pembukaan PKB yang sudah dirancang dengan Peed Aya dengan melakukan syuting kini berubah menjadi pawai live,” ungkapnya.(sur)








