
TABANAN – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Tabanan menggelar rapat koordinasi terkait antisipasi pendistribusian minyak goreng curah di Tabanan, Kamis (2/6/2022) di Kantor Bupati Tabanan . Rapat yang melibatkan berbagai instansi termasuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) ini juga membahas agar para distributor bisa memberikan migor dengan harga Rp 14.500. Sehingga, nantinya seluruh Bumdes bisa menjual migor ini sesuai harga eceran tertinggi (HET).
Ketua TPID Tabanan, I Gede Susila menjelaskan, rapat pembahasan terkait antisipasi migor curah ini dilakukan agar nantinya bisa mencari solusi dalam distribusinya. Pihaknya juga berencana akan melibatkan Bumdes di 133 Desa yang ada di Tabanan agar rantai distribusi semakin cepat.
“Sebenarnya kita bersama-sama sedang mencari solusi. Kami harap ada kendali agar nantinya penjualan Minyak goreng cuarh sesui HET ketika melibatkan Bumdes di Tabanan,” kata Sekda Susila.
Menurutnya, skema ini merupakan tahap awal. Sebab, Bumdes nantinya akan mampu melakukan distribusi hingga ke masyarakat jima memenuhi persyaratan. Untuk memastikan lagi, pihak TPID bakal memanggil para distributor minyak goreng di Tabanan untuk berdiskusi alternatif tersebut.
“Pembahasan hari ini baru langkah awal saja. Besok, kami akan lanjut rapat lagi terkait ini dengan distributor,” ungkapnya.
Dikatakan, sejauh ini harga migor di rentang Rp 17.000-Rp20.000 per kilogram. Namun, hal tersebut masih di atas HET.
“Semoga nanti ada jalan keluarnya. Kami masih rumuskan apakah bisa melibatkan Bumdes untuk distribusinya agar lebih cepat ke masyarakat nantinya,” harapnya.
Sementara itu, Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra menegaskan, pembahasan soal minyak goreng curah masih di tahap awal. Namun, sejauh ini harga minyak goreng di berbagai kecamatan masih di atas HET karena wilayah yang jauh dari kota perlu biaya operasional. Faktor jarak tersebut juga turut mempengaruhi harga migor curah masih di atas HET.
“Contohnya wilayah yang jauh dari kota seperti Pupuan, Selemadeg Barat dan lainnya itu pasti perlu biaya operasional,” tandasnya.
Setelah pembahasan tersebut, TPID Tabanan bakal memanggil seluruh distributor minyak goreng curah, Jumat (3/6/2022) ini besok. Selain membahas soal HET, TPID juga akan mencari jalan keluar atau masukan agar nantinya bisa menjual migor dengan harga Rp14.500 ke Bumdes. Sehingga nantinya Bumdes bisa menjual minyak goreng ke masyarakat sesuai HET.
“Besok rencananya akan rapat dengan distributor minyak goreng curah yang ada di Tabanan,” ungkap Kabag Ekonomi Setda Tabanan Gusti Putu Ekayana menambahkan. (jon)








