
TABANAN – Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) atau PDAM Tabanan terus melakukan pembenahan layanan termasuk dalam hal pembayaran agar semakin cepat dan nyaman. Apalagi banyak pelanggan TAB berada di luar Tabanan bahkan di luar Bali. Tidak salah kemudian menambah layanan pembayaran secara online bekerja dengan perbankan nasional dan toko modern berjejaring.
Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda TAB Tabanan I.B. Marjaya Wirata beberapa waktu lalu menyampaikan terkait pembayaran online untuk memudahkan pelanggan melakukan pembayaran tagihan tekening air kini mulai diperluas. Jika sebelumnya dengan pihak perbankan nasional kini juga menggandeng toko modern berjaringan. Tujuannya tak lain untuk mengurangi kemungkinan pemutusan sambungan pelanggan lantaran menunggak empat bulan pembayaran tagihan air, yang disebabkan faktor jarak.
Misalnya saja, pelanggan memiliki rumah di wilayah Tabanan namun dikosongkan lantaran bekerja atau tinggal sehari-hari di luar Tabanan. Terkadang dengan jarak tersebut, pelanggan bersangkutan enggan atau kurang memilikinya waktu untuk melakukan pembayaran tagihan secara langsung ke kantor pusat maupun kantor unit, sehingga terjadi tunggakan. untuk memudhakan itulah , pihaknya menambha layanan pembayaran secara online
“Tak hanya bisa dibayar langsung di kantor Pusat dan unit, atau di bank yang kami ajak kerjasama, pembayaran rekening saat ini juga di Bank nasional lainnya BTN dan toko modern berjaringan, hanya sesuai sistem tercantum disana Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan, bukan PDAM, kalau menyebut PDAM Tabanan nanti tidak terbaca di sistem,”jelasnya.
Meski jumlahnya relatif kecil, namun diakui IB Marjaya Wirata, rata-rata perbulan ada 800 sampai dengan 1.000 surat pemberitahuan ke pelanggan yang menunggak pembayaran dua bulan, karena pemilik rumah berada di luar Tabanan. Dimana untuk tunggakan jika sampai dengan empat bulan maka akan dilakukan pemutusan sambungan.
“Diharapkan dengan menambha jaringan pelbayaran secara onlien, kondisi semacam ini bsia dikurangi,” harap Gus Marjaya Wirata.
Selain soal teknis, diakui masih ada kendla terutam kerusakan jaringan pipa transmisi. Pasalnya banyak jaringan pipa akibta benjaca alan seperti longsro maupun banjir.
Kasubag Humas Perumda TAB TabananTabanan, I Wayan Agus Suanjaya mengatakan, intensitas hujan yang cukup tinggi di daerah pegunungan dua hari lalu menyebabkan pipa transmisi diterjang banjir, tepatnya mata air tasakan, banjar Palian, desa Luwus, kecamatan Baturiti.
Akibatnya sekitar seribu pelanggan khususnya di wilayah Perean Barat sempat terganggu layanan air bersih. Termasuk juga di air permukaan tukad yeh Sungi di desa Nyanyi. Dimana meski didaerah tersebut tidak ada hujan tetapi di bagian wilayah utara hujan lebat yang mengakibatkan sumber air keruh, dan pengolahan sempat terhenti sekitar 30 menit sampai 1 jam. Mengakibatkan layanan terganggu di sekitar desa Delod Puri dan Nyitdah yang jumlahnya juga sekitar 1.000 pelanggan.
“Sudah ditangani hari itu juga oleh tim teknis sehingga layanan air bersih ke pelanggan tidak sampai lama terjadi,”terangnya.
Dan untuk pelayanan selama hari raya Galungan dan Kuningan, Perumda TAB Tabanan juga siaga memberikan pelayanan maksimal. Petugas teknik tetap standby dibawah pengawasan Kepala Unit, Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian untuk mengantisipasi gangguan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
“Ada sekitar 15 orang per unit kami siagakan. Kami harap pelanggan tetap menampung air mengantisipasi kalau aliran mati atau kecil. Apalagi menjelang hari raya Galungan, kebutuhan air akan meningkat,” pungkasnya. (jon)








