
GIANYAR – Langit Bali kini dihiasi layang-layang. Sayangnya, beberapa warga kurang memperhatikan tempat untuk menaikkan layangan sehingga bisa membahayakan seperti nyangkut di kabel listrik tegangan tinggi hingga mengakibatkan pemadaman.
PLN Unit Pelayanan Pelanggan (ULP) Gianyar mencatat selama periode Juni-Juli 2020 mencatat ada 22 kali gangguan listrik di wilayah Gianyar akibat layangan nyangkut di kabel tegangan tinggi. Akibatnya, 31.870 pelanggan mengalami pemadaman. “Jumlah pelanggan yang terdampak padam akibat layangan sebanyak 31.870 pelanggan dan kWh yang tidak tersalur 2365,67 kWh atau Rp 3.5 juta,”ujar Manajer PLN ULP Gianyar Billy Ramadhana, Selasa (21/7/2020).
Ia menegaskan, apabila gangguan listrik akibat layangan ini sering terjadi di jaringan, maka berpotensi merusak peralatan distribusi dengan kerugian ditafsir Rp 250 juta.
Mengantisipasi hal itu, pihaknya melakukan pendekatan kepada para pemilik layangan. “Kita buatkan berita acara ditandatangani pecalang, pemilik layangan, kepala desa dan Bhabinkamtibmas supaya tidak terulang lagi pemadaman listrik akibat layangan,”tegasnya.








