
DENPASAR – Para pecatur yang berlaga di PON XX/2020 yang digulirkan tahun 2021 di Papua lalu boleh turun di Porprov Bali XV/2022 yang rencananya digelar pada November mendatang secara gotong royong.
Seperti diutarakan Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov Percasi Bali Putu Widiari, memang selama gelaran Porprov Bali untuk cabang olahraga (cabor) catur, semua pecatur boleh berlaga membela kabupaten/kota masing-masing termasuk pecatur PON.
“Memang tidak ada larangan untuk itu termasuk tidak ada batasan usia untuk pecatur di Porprov Bali selama ini. terpenting mereka memang berdomisili di Bali. Itu syarat utamanya,” ungkap Putu Widiari di Denpasar, Selasa (12/4/2022).
Hal itu lanjutnya, agar para pecatur muda bisa berkompetisi nantinya di Porprov Bali dan bisa termotivasi untuk mengalahkan pecatur PON. Dengan demikian maka akan muncul pecatur muda andalan kabupaten/kota di Bali.
“Kalau perkembangan pecatur muda di Bali cukup bagus. Bahkan ada satu pecatur dari Buleleng yang baru-baru ini meraih juara I pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Bangka Belitung yang masih berusia 7 tahun. Pecatur ini juara di kategori Junior Putra Kelompok Umur (KU) G,” tambah Putu Widiari.
Sementara itu menyoal nomor yang dipertandingkan disebutkannya kemungkinan besar tidak berubah dari Porprov Bali XIV yang dihelat di Tabanan pada 2019 silam. Saat di Tabanan dipertandingkan 14 nomor.
“Keempat belas nomor itu terdiri dari catur standar, cepat dan kilat semuanya perorangan putra dan putri serta beregu, plus nomor mix di catur cepat dan kilat. Kemungkinan di Porprov Bali 2022 tidak jauh beda dengan itu. Kalau seandainya ada penambahan nomor pasti akan dirapatkan dulu,” demikian Putu Widiari. (ari/jon)








