
DENPASAR – KONI Denpasar mempertegas kembali jika dana pembinaan yang diberikan KONI Denpasar yang sudah dianggarkan ke masing-masing cabang olahraga (cabor) peruntukannya hanya untuk pembinaan prestasi utamanya para atlet cabang cabor itu sendiri.
Menurut Sekretaris Umum (Sekum) KONI Denpasar Made Darmiyasa, Dana pembinaan yang diberikan ke cabor disesuaikan dengan grade cabor itu sendiri. Grade yang telah ditentukan KONI Denpasar terbagi 3 terdiri dari grade 1 yakni cabor yang meraih juara umum pada Porprov Bali, grade 2 tak lain cabor yang menempati posisi runner up dan jumlah emas yang diraih dan grade 3 yakni cabor yang posisinya dibawah grade 1 dan 2.
“Pemberian dana pembinaan itu pastinya arahnya untuk pembinaan prestasi atlet dimana untuk pengajuan anggaran tersebut, masing-masing cabor mengajukan kegiatan dan agenda yang dilakukan selama satu tahun. Jadi dasarnya pemberian anggaran pembinaan ya dari pengajuan cabor itu,” tegas Darmiyasa di Denpasar, Senin (11/4/2022).
Dicontohkan kegunaan dana pembinaan itu seperti untuk membelikan alat bagi atlet cabor tersebut, menggunakan untuk membeli konsumsi saat atlet latihan, membayarkan pendaftaran ketika atlet hendak bertanding, untuk penataran wasit dan pelatih yang ke depannya memang berguna untuk meningkatkan kualitas atlet. Semuanya itu tujuannya untuk pembinaan prestasi atlet.
“Dan soal penggunaan anggaran itu nantinya yang bertanggung jawab yakni Ketua Umum Pengkot cabor masing-masing, karena itu terkait dengan komitmen Ketua Umum itu sendiri kepada KONI Denpasar. Kami juga minta Pengkot cabor konsisten dalam penggunaan anggaran pembinaan itu sendiri sesuai yang telah ditentukan,” pungkas Darmiyasa. (ari/jon)








