
KARANGASEM—Upaya Pemkab Karangasem dalam mengejar target pendapatan sektor galian C sebesar Rp 75 miliar tahun ini (tahun 2022), sepertinya akan bisa tercapai. Ini terlihat dari perkembangan pendapatan pajak Mineral Bukan Logam dan Bebatuan (MBLB) dalam satu triwulan sudah tembus di angka 25,15 persen.
Capaian itu didapatkan,tidak terlepas dari kencangnya instruksi yang dikeluarkan Bupati Karangasem I Gede Dana kepada Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) dan OPD terkait lainnya, untuk terus menekan bocoran pajak MBLB di wilayahnya.
Gayung bersambut, perintah lisan yang disampaikan Bupati Gede Dana itu, ditindaklanjuti dengan serius para punggawa BPKAD. Monitoring hilir mudik truk galian C tidak hanya dilakukan di siang hari. Bahkan untuk menekan kebocoran pajak MBLB karena ulah sopir truk ngeblong (tidak mau bayar faktur), pengawasan juga dilakukan malam hingga dini hari.
Data yang dihimpun dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah Karangasem menyebutkan, di bulan Januari, Pebruari dan Maret, pendapatan dari sektor ini mencapai Rp 19.035.985.626 dari target dalam satu triwulan pertama sebesar Rp 11.351.302.125.
“Kami akan terus berusaha bekerja maksimal. Mudah-mudahan apa yang ditargetkan bisa terialisasi di akhir tahun nanti,” ucap Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika, Senin (28/3/2022).
Selain pajak MBLB, kata Ardika, pajak penerangan jalan juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Tahun ini, pajak penerangan jalan ditargetkan sebesar Rp 13.150.000.000, Sedangkan target dalam satu triwulan sebesar Rp 2.630.000.000, reasliasinya baru 27,62 persen atau menlampaui target sebesar Rp 3.631.420.101.
Ardika mengakui, sejauh ini pajak MBLB memang menjadi primadona PAD Karangasem, menyusul masih lesunya pendapatan dari sektor pariwisata. Dijelaskan, di sektor pariwisata, pendapatannya sudah mulai kelihatan, namun rata-rata masih di level dua digit.
Pajak Hotel misalnya, dari yang ditargetkan sebesar Rp 5.000.000.000, dalam triwulan pertama baru terpenuhi 9,37 persen. Atau dari target triwulan pertama sebesar Rp 250.000.000, terialiasi sebsar Rp 468.718.823. Sedangkan pendapatan dari pajak Restoran yang ditarget sebesar Rp 528.512.195, pada triwulan pertama terelaisasi 14,57 persen atau dari target sebesar Rp 528.152.219, terealiasi sebesar Rp 769.291.473.
“Sektor pariwisata sedikit mulai menunjukkan geliatnya, mudah-mudahan hingga akhir tahun nanti, semua target bisa tercapai,” pungkas mantan Sekwan Karangasem itu. (wat/jon)








