
BULELENG – Adanya trend peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng, mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng. Selain menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan melibatkan Diskominfosanti, Pemkab Buleleng melalui jajaran Dinkes dan Puskesmas juga menggencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Fooging.
“Adanya trend peningkatan kasus demam berdarah di Buleleng, tercatat hingga tanggal 20 Januari 2022 sebanyak 106 kasus, terbanyak di Kecamatan Buleleng mencapai 53 kasus, kita sikapi dengan melaksanakan kegiatan PSN dan Foging,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Buleleng, Sucipta, Jumat (21/1/2022) pagi usai memantau kegiatan PSN dan Fogging di Desa Pamaron Kecamatan Buleleng.
Kadiskes Sucipto didampingi Kabid Promkes Gede Suratanaya dan Kepala Puskesmas Buleleng II Anturan Ni Luh Sustemy menandaskan, kegiatan PSN dilakukan seluruh jajaran Puskesmas bersama dengan warga masyarakat setempat untuk memberantas jentik nyamuk aides agypty.
“Upaya mencegah penyebaran DBD adalah membudayakan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan menjaga kebersihan lingkungan melalui Gerakan 3M,menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air sebagai media tumbuh kembang jentik nyamuk Aides Agypty,” tandasnya.
PHBS serta PSN dengan Gerakan 3M secara menyeluruh dan oleh setiap warga masyarakat wajib dilakukan karena fooging hanya membunuh atau mengusir nyamuk dewasa pada lokus terjangkitnya DBD.
Senada dengan Kadiskes Buleleng,Ni Luh Sustemy selaku Kepala Puskesmas Buleleng II Anturan mengakui adanya trend peningkatan kasus DBD diwilayah Kecamatan Buleleng. “Salah satunya di Desa Pemaron, ada delapan orang dalam satu keluarga dinyatakan positif DBD dan saat ini masih dalam perawatan intensif di RSUD Buleleng,” ungkapnya.
Dari hasil penelusuran lokasi yang dilakukan, kasus DBD dialami keluarga yang lingkungannya bersih bahkan berprilaku hidup bersih dan sehat. “Patut diduga, penyebaran DBD oleh nyamuk berasal dari luar rumah, lingkungan sekitar yang memang kurang bersih, ada tempat pelihara babi, serta kolam pada rumah yang tidak ditempati. Selain foging kami juga mengajak aparat desa dan masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan melalui PSN dan Gerakan 3M,” pungkasnya. (kar,dha)








