
BADUNG – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno akan mengenalkan budaya Indonesia kepada para delegasi KTT G20. Ia pun memilih Museum Pasifika Bali menjadi venue.
“Saya terpikir untuk menjadikan Museum Pasifika menjadi salah satu side vunue untuk G20,” kata Sandiaga Uno dalam lawatanya di Nusa Dua akhir peklan lalu.
Ia mengungkapkan, museum yang ada dalam kawasan ITDC Nusa Dua memiliki banyak keunikan dari koleksi karya seni. Salah satunya lukisan potret ‘Presumed Potrait of Alexander Pushkin’ karya Raden Saleh.
Lukisan yang menggambarkan sosok pengarang asal Rusia itu awalnya ada di Prancis. Pihak Museum Pasifika kemudian membelinya seharga Rp 2 miliar pada 2019. Sandiaga Uno pun sempat terpukau dengan karya seni itu.
“Kebetulan saya masih ada urutan dengan keluarga Raden Saleh. Beliau dari Majalengka dari ibu saya,” ucapnya.
Sandiaga menghargai pihak Museum Pasifika yang telah membawa lukisan itu dari Eropa kembali ke Bali.
“Raden Saleh memiliki koleksi termahal lukisan yang dijual seharga 11 juta euro,” katanya.
Di KTT G20, Sandiaga Uno mencoba menggunakan Museum Pasifika sebagai venue untuk lunch, cocktail atau dinner. Dengan begitu, para delegasi bisa mengapresiasi karya seni yang ada. Ini akan bisa membawa suasana berbeda dari biasanya.
“Keuntungan lainnya tentu akan membuka lapangan kerja,”harapnya.
Pendiri Museum Pasifika, Philippe Augier mengatakan siap mendukung gagasan Sandiaga Uno. “Kita siap membikin pameran 20 karya seni dari 20 negara tamu peserta G20. Ini belum pernah,” katanya.(sur)








